Arab Saudi Didesak Ikut Serang Iran

oleh
oleh
AS desak Arab Saudi ikut serang Iran.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, melontarkan ancaman keras kepada Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Ancaman itu muncul setelah Riyadh menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi menyerang Iran.

Dalam unggahan di akun media sosial X pada Senin (9/3), Graham menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Arab Saudi yang dinilai tidak mau terlibat dalam upaya menghadapi Iran.

“Sepengetahuan saya, Kerajaan [Saudi] menolak menggunakan militer mereka yang mumpuni untuk ikut mengakhiri rezim Iran yang biadab dan teroris yang telah meneror kawasan Timur Tengah,” tulis Graham.

BACA JUGA..  Gempa Dahsyat Venezuela, Bocah Selamat 3 Hari Tertimbun

Ia kemudian mempertanyakan apakah Amerika Serikat masih perlu menjalin perjanjian pertahanan dengan negara yang tidak bersedia ikut dalam konflik yang menurutnya merupakan kepentingan bersama.

“Haruskah Amerika membuat perjanjian pertahanan dengan negara seperti Kerajaan Arab Saudi yang tidak sudi bergabung dalam pertarungan yang merupakan kepentingan bersama?” tambahnya.

Tak hanya Saudi, Graham juga menyoroti sikap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar.

Ia menyayangkan keputusan negara-negara tersebut yang tidak memberikan dukungan militer kepada AS dan Israel.

BACA JUGA..  Pesawat Jatuh, 11 Orang Tewas

“Semoga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk akan lebih terlibat karena pertempuran ini terjadi di wilayah mereka,” kata Graham.

Dengan nada mendesak, ia bahkan menantang kesiapan militer negara-negara Teluk.

“Jika kalian tidak bersedia menggunakan militer kalian sekarang, kapan lagi kalian mau menggunakannya? Semoga sikap ini segera berubah. Jika tidak, akan ada konsekuensinya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung menuai kekhawatiran dari para analis geopolitik. Banyak pihak menilai komentar Graham berpotensi memperburuk situasi kawasan yang sudah sangat tegang.

Dalam beberapa waktu terakhir, negara-negara Teluk memang mulai mempertanyakan komitmen keamanan Amerika Serikat.

BACA JUGA..  Iran Tolak Bersihkan Ranjau Selat Hormuz

Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah sejumlah sistem pertahanan rudal pencegat milik AS dilaporkan mengalami gangguan, membuat perlindungan terhadap wilayah Teluk dianggap tidak lagi sekuat sebelumnya.

Situasi itu memicu kemarahan sejumlah pejabat Arab yang merasa Washington mulai mengabaikan keamanan sekutu-sekutunya di kawasan.

Jika tekanan politik seperti yang disampaikan Graham terus meningkat, para pengamat memperingatkan Timur Tengah bisa memasuki fase ketegangan baru yang jauh lebih berbahaya, terutama jika konflik langsung antara Iran dan blok AS-Israel benar-benar terjadi.(*)

SUMBER: CNN