Galian Tanah Urug di Desa Natolutali Diduga Tak Berizin

oleh
Truk bebas angkut tanah galian C.

POSMETRO MEDAN  -Galian C Tanah urug yang di duga tidak memilki izin di desa Natolutali ,Kec Silaen Kab,Toba berjalan mulus tanpa ada pengawasan dari dinas Lingkungan hidup dan APH.

Pantauan Awak media dilokasi Mobil Dum truk terlihat berbaris menganntri di duga untuk mengisi muatan.

Salah satu warga yang melintas yang enggan nama disebut saat di konfirmasi bahwa kegiatan penggalian tanah urug ini sudah berjalan satu minggu,dan warga desa natolu tali sangat resah dengan mobil yg melintas karna menimbulkan abu yang sangat banyak,dan pengusaha galian tersebutpun seakan akan tidak peduli dgn warga tersebut.

BACA JUGA..  Bupati JTP Hutabarat: Perempuan Adalah Fondasi Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan

Yang kita herankan kenapa Lindup dan pemerintah desa sampai tidak menghetikan galian tersebu,kita jg sdh berulang ulang untuk menlpn polsek silaen,tetp jg tidak dihentikan galian c tersebut.

“Warga desa dalihan natolu mengungkapkan kekesalanya kepada awak media,ini lah pak mobil yang melintas lalulang selalu kencang sekira tidak memiliki rem dan debu Sangat banyak tanpa ada penyiraman,” Tambahnya.

BACA JUGA..  Wabup Langkat Buka Musda IV PMS, Edi Bahagia Sinuraya Terpilih Secara Aklamasi

Kepala dinas lingkungan hidup saat dikonfirmasi melalui WAnya menjelaskan galian tersebut belum ada laporan ke dinas,Ini sudah kita himbau agar diberhentikan sementara.

“Ini juga hasil musyawarah desa yang disampaikan kepala desa ke kita karena tanah itu terjal dan mengakibatkan rawan longsor ,”terang Raja Ipan Sinurat melalui telpon selulernya.

Terpisah Camat Silaen Lambok Silaen saat dihubungi akan mengkordinasi dulu ke dinas lingkungan hidup jawabnya dengan singkat,ini jawaban seorang camat dengan sombongnya mengatakan hrs kordinasi dulu dengan lindup,harusnya sebagai camat hrs tegas mengambil sikap dan menghentikan dulu galian c tersebut, karena tidak memilik ijin,Dm

BACA JUGA..  Seribuan Warga Sambut Prananda Surya Paloh Reses Di Tanjung Morawa

EDITOR : Putra