30 Hektare Sawah Gagal Tanam; Warga Desak Pemkab Toba Bergerak Cepat

oleh
Suasana Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Habinsaran pada Senin (2/3/2026) memanas.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Suasana Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Habinsaran pada Senin (2/3/2026) memanas ketika warga secara tegas menyoroti jebolnya Irigasi Lobu di Kelurahan Parsoburan Tengah. Kerusakan sepanjang sekitar 30 meter itu disebut-sebut menjadi biang keladi gagalnya musim tanam di seluruh areal persawahan bagian hilir.

Camat Habinsaran, Samuel Napitupulu, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), irigasi tersebut mengairi sekitar 30 hektare sawah. “Berdasarkan data dari PPL Pertanian, terdapat 30 hektar persawahan yang diairi oleh irigasi tersebut. Jadi semuanya gagal tanam karena irigasi itu rusak,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang.

BACA JUGA..  Dukung Visi dan Misi Presiden, Halim Hibahkan Lahan Untuk Kopdes Merah Putih

Bagi petani, kerusakan ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan ancaman langsung terhadap penghidupan. Tanpa aliran air, lahan mengering, benih tak bisa ditebar, dan potensi kerugian ekonomi membayangi puluhan kepala keluarga.

Menanggapi desakan warga, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, yang turut hadir dalam forum tersebut, langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk turun ke lapangan. “Mana ini PU, nanti langsung survei ke sana ya,” tegasnya, memberi sinyal bahwa persoalan ini tak boleh berlarut-larut.

BACA JUGA..  Isu Dugaan Kerugian Negara di Disdik Binjai Dinilai Tak Berdasar, Sofian Siregar: Tidak Ada Temuan Resmi

Perintah spontan itu disambut harapan baru oleh masyarakat. Namun, warga menunggu lebih dari sekadar survei—mereka menanti aksi nyata dan kepastian anggaran agar perbaikan dapat segera dilakukan sebelum musim tanam berikutnya terlewat.

134 Usulan, Dominasi Infrastruktur dan Pertanian

Musrenbang Kecamatan Habinsaran tahun ini mencatat 134 usulan yang ditujukan kepada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari jumlah tersebut:

  • 51 usulan ditujukan kepada Dinas PUTR

  • 63 usulan kepada Dinas Pertanian

  • 16 usulan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

  • 3 usulan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

  • 1 usulan kepada Dinas Kesehatan

BACA JUGA..  Polsek Medan Baru Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Dominasi usulan di sektor infrastruktur dan pertanian menunjukkan kebutuhan mendesak masyarakat pada dua sektor tersebut. Kerusakan Irigasi Lobu menjadi gambaran nyata bagaimana infrastruktur dasar yang terabaikan dapat berdampak sistemik terhadap produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah. Apakah survei cepat akan diikuti langkah cepat? Atau 30 hektare sawah akan kembali menjadi lahan tidur pada musim tanam berikutnya?

Warga Habinsaran telah bersuara. Mereka menuntut lebih dari janji—mereka menunggu solusi.(*)

REPORTER: Dhani Manurung

EDITOR: Putra