POSMETRO MEDAN – Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan akhirnya meresmikan Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa di Jalan Sultan Serdang, Desa Buntu Bedimbar setelah sebelumnya sempat merajuk batal meresmikan karena melihat banyak warga yang sudah duluan mendirikan lapak jualan berupa kontiner. Karena Bupati merajuk, penertiban lapak pedagang dilakukan petugas dan melakukan penataan ulang.
Informasi dihimpun, Kamis(5/2/2026). Peresmian dilakukan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo serta para pejabat pemkab terutama pelaksana proyek Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang ( Cikataru) Rahmadsyah.
Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa ini merupakan salah satu dari lima alun-alun kecamatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang tahun 2025. Keempat alun-alun lainnya yakni di Kecamatan Percut Sei Tuan, Batang Kuis, Galang, dan Pancur Batu. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 4,4 milyar dan Tanjung Morawa terbanyak Rp 1,2 milyar.
Bupati menegaskan, pembangunan alun-alun bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun pola peradaban baru di tengah masyarakat.
“Jangan kalau sudah peradaban dibangun, justru ditutupi. Harapannya, alun-alun ini menciptakan pola baru, bukan hanya sekadar mengaktifkan uang rakyat, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Bupati.
Alun-alun tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat, baik untuk olahraga pagi dan sore, rekreasi keluarga, hingga kegiatan ekonomi rakyat yang bersifat tertib dan tidak merusak fasilitas.
“Hari ini saya berharap sudah banyak masyarakat yang jalan-jalan di sini. Mau buat pasar malam, silakan. Mau keluarga-keluarga datang bawa tikar, duduk santai, silakan. Yang penting teratur dan tidak mengurangi nilai alun-alun ini,” harap Bupati.
Bupati juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif seperti jualan pop-up atau lapak mobile yang mudah dibongkar pasang.
Menurut Bupati, alun-alun harus mampu menjadi ruang mencari nafkah bagi masyarakat tanpa merusak fungsi estetika dan ruang hijau.
Terkait pemanfaatan selama bulan Ramadan, Bupati mengingatkan agar kegiatan seperti pasar Ramadan tetap memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya rumput dan taman.
“Kalau pasar Ramadhan, risikonya rumput bisa rusak. Tapi kalau memang ada perputaran ekonomi dan bisa menutup biaya perawatan, silakan, dengan pengaturan lokasi yang tepat,” kata Bupati.
Untuk area hiburan, seperti pertunjukan musik ditempatkan di zona khusus, serta menekankan penggunaan lagu-lagu bernuansa religi selama Ramadhan.
Lebih lanjut disampaikan, pembangunan alun-alun merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang telah dikampanyekan bersama Wakil Bupati sejak tahun 2024, yakni menghadirkan ruang publik sebagai wadah interaksi sosial masyarakat.
“Sampai hari ini sudah terbangun lima alun-alun di lima kecamatan. Tahun ini mudah-mudahan bertambah tiga lagi. Ke depan, tidak menutup kemungkinan satu desa juga memiliki alun-alun, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi,” ungkap Bupati.
Tiga alun-alun yang akan dibangun tahun ini, antara lain di Kecamatan Pagar Merbau, Sunggal dan Hamparan Perak.
Untuk pengelolaan, alun-alun akan diserahkan kepada pemerintah desa, dengan pendanaan bersumber dari desa, termasuk dari dana pajak desa yang dikembalikan ke masing-masing desa.
“Pembangunan tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Desa yang pendapatan asli daerah (PAD)-nya baik tentu wajar mendapat prioritas. Dengan kekuatan desa, saya yakin pengelolaan alun-alun ke depan bisa berjalan dengan baik,” pungkas Bupati (Wan)
EDITOR : Putra











