Demi Konten, Food Vlogger Tewas Makan Kepiting Beracun

oleh
oleh
Food Vloger melakukan siaran langsung saat menyantap sea food hasil tangkapan mereka.

POSMETRO MEDAN – Seorang food vlogger tewas setelah mengonsumsi kepiting beracun yang dikenal dengan sebutan devil crab, demi membuat konten media sosial.

Peristiwa tragis ini terjadi di Puerto Princesa, wilayah pesisir Palawan, Philipina. Korban bernama Emma Amit, merekam video saat dirinya bersama beberapa rekannya mengumpulkan kerang dan berbagai jenis seafood di kawasan hutan bakau dekat rumahnya.

Dilansir dari NYPost, dalam video yang beredar tersebut hasil tangkapan kemudian dimasak dengan kuah santan. Hidangan itu terdiri dari berbagai seafood, termasuk seekor kepiting berwarna mencolok yang diketahui sebagai devil crab, serta siput laut. Makanan tersebut lalu disantap di depan kamera.

BACA JUGA..  Pria Pencari Barang Bekas Ditemukan Tewas di Depan Ruko di Medan Sunggal

Sehari setelah mengonsumsi hidangan itu, kondisi kesehatan Amit memburuk. Ia mengalami gejala serius yang diduga akibat racun dari kepiting tersebut. Warga menyebut korban sempat mengalami kejang-kejang saat dibawa ke klinik terdekat.

Karena kondisinya terus menurun, Amit kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, bibirnya dilaporkan berubah menjadi biru tua—tanda kekurangan oksigen.

BACA JUGA..  Klinik Ananda Dolok Masihul Terbakar, Penghuni Berhamburan

Meski tim medis telah memberikan penanganan, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada 6 Februari 2026, dua hari setelah menyantap kepiting tersebut.

Kepala Desa Luzviminda, Laddy Gemang, mengatakan aparat desa telah melakukan pemeriksaan di rumah korban. Di lokasi ditemukan cangkang kepiting berwarna cerah di tempat sampah, yang diyakini sebagai devil crab.

BACA JUGA..  Timur Tengah Membara: Israel Serang Stasiun TV Pemerintah Iran

Kepiting yang hidup di wilayah terumbu karang Indo-Pasifik ini diketahui mengandung racun saraf berbahaya, seperti saxitoxin dan tetrodotoxin.

Kedua zat tersebut juga terdapat pada ikan buntal (fugu) dan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.(bbs)