Oknum TNI BKO Kebun Sarang Ginting Pukuli Warga Hingga Babak Belur, Korban  Opname, Giginya Rontok

oleh
Korban amuk oknum TNI babak-belur.

POSMETRO MEDAN – Edi Syahputra Nasution (50) warga Dusun V, Tanjung Arab Kampung Lalang, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai terbaring lemah dengan badan babak belur kepala geger otak dan gigi rontok akibat diduga menjadi korban penganiayaan oleh Oknum Anggota TNI BKO menjaga Kebun Sarang Ginting PTPN III berpangkat Kopral berinisial BSP.

Menurut korban, aksi penganiayaan yang dialaminya terjadi pada 27/1/2026 malam kemarin sekitar pukul 08.00 malam di Jalan Umum Kota Tengah Dolok Masihul

“Saya sedang melintas di Jalan raya Kota tengah bukan di dalam kebun Sarang Ginting, tiba tiba dipepet oknum TNI BKO Kebun, langsung ditunjang dan dipukuli sampai dua gigiku rontok, pelipis pecah, kepala dan kuping sakit hingga aku setengah sadar berlumuran darah saat itu, di jalan aku juga dianiaya menuju ke Polsek Dolok Masihul. Tapi sampai di Polsek Kanit Reskrim tidak menerima penyerahan karena saya ditangkap mereka di jalan raya bukan didalam kebun dan saya disarankan dipulangkan ke keluarga tapi dengan catatan diobati dulu luka lukanya, saran Kanit Reskrim Polsek pada BKO dan centeng Kebun,” ungkap Edi.

BACA JUGA..  Nekat! Warga Lempari Polisi Tangkap Terduga Pelaku Narkoba di Multatuli

Edi menambahkan, ia lalu dibawa ke RS Gunung Pamela Tebing Tinggi menjalani perobatan di rumah sakit ia opname dan perawatan medis atas luka- luka yang dialaminya.

“Kasus ini akan kami laporkan ke POM AD agar pelaku penganiayaan terhadap diri saya dapat diproses hukum. Akibat penganiayaan itu badan saya sakit semua, gigi rontok kepala sakit terus pandangan mata masih berkunang- kunang,” kata Edi didampingi keluarganya.

BACA JUGA..  Lapas Kelas I Medan Tegaskan Pemberitaan yang Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Informasi dihimpun, korban dituding oleh pelaku penganiayaan sebagai pelaku pencurian getah karet milik kebun Sarang Ginting hingga dianiaya.

Terkait kasus ini, Papam Kebun Sarang Ginting, Kapten Safari selaku penanggung jawab personel pengamanan kebun saat coba di konfirmasi tentang dugaan penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh anggotanya  mengatakan kalau menurut anggotanya yang menjadi BKO di Kebun Sarang Ginting, membantah kalau anggotanya memukuli korban dan korban juga sudah buat pernyataan secara tertulis kalau dia tidak akan menuntut atas kejadian itu saat korban dirawat di RS Gunung Pamela Tebing Tinggi.

BACA JUGA..  Dewan Tetapkan Kesepakatan Warga dengan Pengelola Padel Quantum

“Ada pernyataan korban tak menuntut secara tertulis, tapi belakangan kenapa nuntut. Anggota saya bilang kalau menurut ia tidak ada melakukan penganiayaan,” ucap Kapten Safari sata ditemui di Galang.

( Wan)

EDITOR : Putra