Nilai Kontrak 942 Juta,Proyek Zoss Kembali Rusak, Warga Desak Polres Agara Periksa CV.ALBARAQ GRUP

oleh
Proyek yang asal jadi.

POSMETRO MEDAN – Warga menyoroti proyek zona selamat sekolah (Zoss) yang sempat rusak dan baru selesai diperbaiki namun sudah mengalami kerusakan, terkelupas dan kembali rusak lagi.

Proyek Zoss yang di kerjakan oleh dinas perhubungan kabupaten Aceh Tenggara terlihat di depan SMPN 3 Kutacane di Desa Simpang Empat Kecamatan Lawe Bulan sudah terkelupas diduga bahan yang digunakan asal-asalan Minggu (18/1).

Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah pengendalian kegiatan lalu lintas melalui pengaturan kecepatan dengan penempatan marka dan rambu pada ruas jalan di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk mencegah terjadi kecelakaan sebagai upaya menjamin keselamatan anak di sekolah.

Proyek Zoss di Aceh Tenggara dinilai mengecewakan karena hasilnya
Pekerjaannya jelek. Diduga kualitas pengecatan tidak maksimal akibat bahan yang digunakan kualitas rendah.

Kerusakan ini diduga kuat karena pengerjaan yang asal-asalan, pengawasan yang lemah, serta potensi rendahnya kualitas material yang digunakan. Warga meminta pemerintah (PPK) untuk lebih selektif dan ketat dalam mengawasi kontraktor pelaksana,”kata warga kepada posmetromedan Minggu(18/1).

Proyek belanja modal rambu-rambu lalu lintas darat zoss dikerjakan oleh CV.ALBARAQ GRUP dengan nilai kontrak 942.464.000 anggaran dari APBK-DOKA tahun 2025.

Warga desak polres agara melalui kanit Tipikor untuk segera lidik Proyek Pekerjaan zoss yang di kerjakan oleh dinas perhubungan kabupaten Aceh Tenggara baru selesai di kerjakan sebagian sudah terkelupas di duga pekerjaanya asal-asalan.

Jangan sampai uang negara dihamburkan untuk proyek yang tidak berkualitas, jika benar temuan dilapangan asal-asalan dan ada terdapat kecurangan tentang kegiatan tersebut proses secara hukum yang berlaku,”harap warga.

Posmetromedan konfirmasi kepada Junaidi selaku PPTK Proyek Zoss melalui WhatsApp mempertanyakan bahan yang di gunakan apa betul bahan kualitas rendah.

Junaidi PPTK mengatakan Klau kelupas lagi mungkin pengerjaan nya kemaren kurang bagus atau kondisi jalan kurang baik,Klau bahan sudah sesuai dengan spesifikasi yang ada di kontrak Dan akan kita suruh perbaiki lagi Masih dalam massa pemeliharaan.

Sudahku tanyakan sama konsultan.. Di SMP 3 kutacane Itu kenapa bisa rusak lagi,Saat pengerjaan hujan Makanya kelupas Yang terkelupas kemaren setelah diperbaiki Masih bagus.

Teknis pengerjaan nya kemaren salah disitu Dipaksakan disaat hujan pasang,”kata PPTK Junaidi.(Zal)

EDITOR : Putra