Bencana di Aceh Utara, 359 Rumah Hilang Disapu Banjir

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara hancur disapu banjir bandang. 359 rumah rata dengan tanah dan hanya tersisa 41 tempat tinggal.

 

“Dari sekitar 400 unit rumah warga, hanya 41 unit yang masih terlihat bekasnya. Selain kerusakan fisik, enam warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan jenazahnya,” kata Anggota DPD asal Aceh Sudirman Haji Uma, Minggu (7/12/2025).

 

Haji Uma sudah mengunjungi desa itu dua hari lalu. Ada lokasi di desa berubah menjadi lautan kayu beragam ukuran. Di beberapa titik, tumpukan kayu hampir mencapai atap rumah warga.

BACA JUGA..  Kijang Innova Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter

Berdasarkan informasi diperolehnya dari tokoh masyarakat, kata Haji Uma, kayu itu dibawa air dari arah hulu. Masyarakat menyebutnya, saat ini ada areal seluas 150 hektare dipenuhi tumpukan kayu.

 

“Rumah warga dan perkebunan ada tertimbun. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada jenazah di bawah tumpukan kayu, karena beberapa warga mencium bau menyengat,” jelasnya.

BACA JUGA..  Ayu Ting Ting Opname

Menurutnya, banjir menyebabkan seluruh aktivitas di desa lumpuh, listrik padam, jalan rusak serta air bersih tidak tersedia. Tenda pengungsian di sana juga disebut tidak mencukupi.

 

Saat ini banyak warga di sana mulai gatal-gatal akibat penggunaan air tidak layak.

 

“Pemerintah diharapkan segera kirim bantuan, khususnya kebutuhan mendesak seperti air bersih, obat-obatan, dan bahan makanan. Pemulihan desa ini akan memakan waktu sangat lama. Kalau dibangun kembali, saya perkirakan bisa memakan waktu hingga 10 tahun untuk kembali seperti sedia kala,” jelasnya.

BACA JUGA..  Pelajar Tewas Hanyut di Sungai Silau Asahan

 

Fenomena itu disebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Menurutnya, kondisi hulu yang rusak merupakan indikator utama penyebab banjir besar tersebut.

 

“Pemerintah harus menertibkan izin-izin yang mengakibatkan kerusakan di bagian hulu. Kami di DPD RI mendesak agar bencana ini ditetapkan sebagai skala prioritas nasional,” tegasnya.(dtk)