Pasalnya, pekerjaan proyek pembangunan Tangki Septik Dan MCK
yang bersumber dari dana Bantuan pemerintah Rp.400.000.000 nama kegiatan sanimas, pekerjaan bilik MCK 24 unit,pembangunan tangki septik 24 unit,pembangunan pengolahan lanjutan 24 unit,pelaksana KMP Bina Bersama, swakelola tipe IV menjadi sorotan warga diduga pekerjaan nya kurang spec.
permintaan warga untuk mengaudit proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), termasuk pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan tangki septik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat karena dugaan penyimpangan dan tidaksesuai spesifikasi.
Warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun melakukan audit investigasi.
Walau masik dalam pekerjaan sangat penting dilakukan audit
untuk memastikan apakah terdapat unsur pengurangan volume atau kualitas pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
“APH harus memanggil semua pihak terkait, mulai dari rekanan pelaksana, konsultan pengawas, Jika ditemukan pelanggaran hukum dan kerugian negara, maka proses,”sebut warga yang enggan menyebutkan nama nya kepada posmetromedan Jumat (21/11).
Posmetromedan Jumat (21/11) konfirmasi kepada Abi Hasan untuk mempertanyakan apa betul Proyek Tangki Septik Dan MCK di Desa Kuta Tinggi kecamatan Badar pelaksana di lapangan KMP Bina Bersama, swakelola tipe IV diduga Abi Hasan yang pelaksana di lapangan dan apa betul pekerjaan nya diduga tidaksesuaian spesifikasi dan tidak sesuai spec,sampai berita ini tayang tidak ada jawaban apapun dari Abi Hasan (zal).
EDITOR : Putra












