Proyek Pembuatan ZOSS Dinas Perhubungan Agara Diduga Kurang Rapi Dan Asal Jadi

oleh
Proyek Pembuatan ZOSS Dinas Perhubungan Agara
POSMETRO MEDAN – Proyek belanja modal rambu-rambu lalu lintas darat yang di kerjakan oleh dinas perhubungan kabupaten Aceh Tenggara ada 16 titik lokasi salah satu seperti pekerjaan Zona selamat sekolah (zoss) di simpang SMPN 1 Kutacane terlihat marka jalan sebagian tidak tersentuh cat kurang rapi dan diduga pekerjaan nya asal jadi.

Zona   Selamat   Sekolah   (ZoSS)   adalah   pengendalian   kegiatan   lalu lintas melalui pengaturan kecepatan dengan penempatan marka dan rambu pada ruas jalan di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk mencegah terjadi kecelakaan sebagai upaya menjamin keselamatan anak di sekolah. Zona Selamat Sekolah  merupakan bagian dari kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa pengendalian lalu lintas dan penggunaan suatu ruas jalan di lingkungan sekolah,”sebut warga.

Proyek belanja modal rambu-rambu lalu lintas darat dikerjakan oleh CV.ALBARAQ GRUP dengan nilai kontrak 942.464.000 anggaran dari APBK-DOKA tahun 2025.

Warga yang enggan menyebutkan nama nya Kamis (13/11) kepada posmetromedan dilapangan mengatakan coba lihat seperti pekerjaan zoss di persimpangan SMPN 1 Kutacane terlihat marka jalan sebagian tidak kenak cat dan ketebalan pembuatan zoss setiap depan sekolah sangat berbeda beda di duga ada kecurangan tentang kegiatan tersbut.

Terlihat seperti yang di kerjakan didepan SMKN 1 kutacane ,SMPN 5 Badar pekerjaan zoss di duga kurang rapi.

Kita minta polres agara melalui kanit Tipikor untuk segera lidik Proyek Pekerjaan zoss yang di kerjakan oleh dinas perhubungan kabupaten Aceh Tenggara yang di duga asal jadi.

Jangan sampai uang negara dihamburkan untuk proyek yang tidak berkualitas, jika benar temuan dilapangan terkait pembuatan zona selamat sekolah di kerjakan  asal jadi dan ada terdapat kecurangan tentang kegiatan tersebut proses secara hukum yang berlaku,”harap warga.

Junaidi selaku PPTK kepada posmetromedan Kamis (13/11) masalah yang di simpang SMPN 1 Kutacane marka jalan yang tidak kena cat di sebab ada semen bekas proyek lama yang bergumpal di badan jalan  itu tidak kita hitung Volume dan tidak kita bayar, “ujar Junaidi.(Zal)

EDITOR : Rahmad