POSMETRO MEDAN – Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah ( PAD) DPRD Deli Serdang, terus semakin serius bergerak kencang dalam membantu Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) mendongkrak dan menaikkan PAD Deli Serdang.
Tindakan itu dilakukan Pansus karena banyak temuan temuan di lapangan yang merugikan hingga target pendapatan Asli daerah tak pernah tercapai.
Dalam Perjalanan kerjanya hingg asaat ini, Pansus sudah banyak membantu Pemkab dalam kenaikan PAD. Namun memang masih banyak juga Perusahaan perusahaan nakal yang tidak patuh serta tidak ada kontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah salah satunya adalah PT Antara Kesuma yang bergerak dalam pembuatan kreta dorong atau Artco di Jalan Medan Lubuk Pakam, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa.
Hal itu disampaikan Anggota pansus Paian Purba pada Wartawan dilansir Minggu, 12/10/2025.
Di hadapan wartawan Paian purba menjelas kan PT.Antara kesuma banyak kesalahan yang menyebabkan bocor nya PAD deli serdang salah satu dari luas tanah puluhan ribu yang tidak masuk dalam sppt pajak atau tidak perna bayar PBB ,
kemudian dari luas bangunan kami temukan fakta di lapangan banyak yang tidak memiliki izin IMB atau PBG ini yang meenyebabkan kebocoran yang cukup tinggi karna tidak masuk nya retrebusi IMB ke kas Pemkab. Kemudian puluhan ribu luas bangunan yang tidak masuk SPPT pajak atau tidak bayar PBB dan ini nilai kebocorannya cukup tinggi, kata Paian purba yang dampingi anggota Pansus Andi baso dan H.Syarifuddin Nasution.
Kader Partai Gerindra ini menambahkan, bahwa kebocoran dari Nilai NJOP bumi dan bangunan juga terjadi. Permeter hanya 1 jutaan padahal seharusnya Nilai NJOP bumi di wilayah itu sudah rata rata 3 jutaan.
” Kayak gini ini yang buat kami marah pantas target PAD tidak perna tercapai karna banyak perusahaan nakal yang bekerja sama dengan oknum dan petugas bapenda di lapangan Perusahaan perusahaan nakal di deli serdang kami tegas Minta di tutup dan cabut izin nya karna tidak berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan asli daerah di Deli Serdang” tegas Paian Purba.
Sementara Ketua Pansus PAD Dr.Misnan Aljawi,SH.MH ketika di konfirmasi membenarkan banyak temuan pansus yang menyebabkan bocornya PAD Deli Serdang. Dalam hal ini pansus tidak main main dalam membantu pemkab untuk peningkatan PAD sudah 52 perusahaan yang kita rekomendasikan ke Pemkab untuk membongkar bangunan tanpa izin serta memvalidasi dan mengukur ulang seluruh luas tanah dan luas bangunan yang tidak masuk dalam sppt pajak dan memasukkan ke dalam sppt pajak untuk tahun berikut nya.
” Sudah kami kirim dan kami limpahkan Dokumen temuan yang cukup tinggi ke Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam,” ucapnya.
Misnan Aljawi Menjelaskan PT.Antara Kesuma memang banyak masalah dan keluhan para pekerja yang melapor ke DPRD seperti tidak di tanggung BPJS oleh perusahaan Gaji tidak Sesuai dan tekanan tekanan dari pimpinan dan masuk ke dalam perusahaan juga tidak bisa dan tidak di bolehkan
” Dalam Hal ini akan segera kami rumuskan dan kami rapatkan bersama OPD terkait untuk mengambil keputusan Rekomendasi apa yang akan kami keluarkan. Bisa jadi bongkar seluruh bangunan tanpa izin bisa juga tutup sementara dan cabut izin nya dalam waktu dekat pasti akan kami rekomendasikan,”Pungkas Dr Misnan Aljawi SH.MH. (Wan)
EDITOR : Rahmad











