KA Mutilasi Pria Paruh Baya

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Potongan tubuh pria ditemukan di sekitar perlintasan kereta api tepatnya di jalur rel jurusan Rantauprapat – Kisaran, KM 54+600.

Korban, didugan tertabrak kereta api tangki CPO KLB No : V1-10416 yang sedang melaju dari jurusan Rantauprapat–Kisaran, Asahan sekitar pukul 04.58 WIB.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala SIK SH MH. melalui PLT Kasi Humas, Iptu Arwin SH menyampaikan, identitas korban diketahui bernama Junaidi alias Hamzah (52).

BACA JUGA..  Bus ALS Tujuan Medan Kecelakaan, 16 Tewas

Korban berprofesi wiraswasta, menurut kartu keluarga berdomisili di Dusun I, Desa Bandar Lama, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara.

Sementara, tinggalnya saat ini, di Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan yang sama. Informasi penemuan jasad korban dari Ahmad Syahputra, petugas Kaur Jalan dan Rel PT KAI. Saksi mendapat kabar dari grup WhatsApp internal PJKA, menyebutkan seseorang diduga menabrakkan diri ke kereta api.

BACA JUGA..  Prajurit TNI Tewas Terlindas Mobil

Saat petugas kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi, benar ditemukan potongan tubuh manusia, di atas rel kereta api. Korban diduga terseret sejauh kurang lebih 75 meter dari titik awal.

Sementara berdasarkan keterangan masinis KAI, Bosari, melalui sambungan telepon, menjelaskan dirinya melihat seseorang berbaring di atas rel, saat kereta hendak melintas di KM 54+600.

Ia telah membunyikan klakson panjang secara berulang-ulang, namun korban tidak bergerak dan akhirnya tertabrak.

BACA JUGA..  Longsor di Taput, 3 Orang Tewas

“Usai kejadian, sang masinis langsung melaporkan peristiwa itu, melalui grup WhatsApp internal PJKA”, ucap Arwin.

Di lokasi juga ditemukan pakaian korban, yaitu potongan baju kemeja warna hitam, celana jeans warna hitam, sepasang sandal swallow warna hitam, dan sebuah handuk warna merah, yang memperkuat identifikasi korban.

Pihak kepolisian telah mengamankan seluruh barang bukti dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.(mtc)