Kejari Deli Serdang Pastikan Temuan Pansus PAD DPRD Ditindaklanjuti

oleh
Tim Pansus PAD II DPRD Deliserdang saat menyerahkan temuan kebocoran PAD ke Kejari Deli Serdang.

POSMETRO MEDAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang yang baru Revanda Sitepu SH, memastikan terus menindaklanjuti temuan Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Deli Serdang.

Apa yang menjadi temuan dan dilaporkan Pansus PAD Deli Serdang masih dilakukan tindaklanjut. Saat ini Bagian Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) yang melakukan pendalaman atas temuan tersebut.

“Masih terus ditindaklanjuti hasil temuan Pansus. Bagian DATUN yang berkotdinasi ke Bapenda (Badan Pendapatan Daerah). Yang gantikan Kepala Kejaksaan saja, kan Kejaksaan Negeri Deli Serdang nggak ganti, tetap jalan (tindaklanjut),” kata Kasi Intelijen Kejari Deli Serdang, Boy Amali, Selasa 29/7/2025.

BACA JUGA..  Koramil 21/Tiga Juhar Edukasi Warga Hindari Narkoba

Boy Amali menyebut selama ini Seksi DATUN sudah ada kerjasama atau membuat kesepakatan dalam bentuk MoU dengan pihak Bapenda Deli Serdang. Dari kerjasama itu pihak Kejaksaan bisa mendapatkan data-data dengan cepat. Terkait hasil temuan Pansus ini diakui saat masih Kajari lama juga sudah ada rapat khusus yang dibuat.

“Jadi biar mereka menginventarisir data-datanya semua apakah benar sesuai dengan temuan Pansus atau bagaimana. Tapi berdasarkan hasil rapat itu kemarin, kebetulan saya hadir langsung memang banyak yang tidak sesuai dengan hasil temuan Pansus. Makanya itulah disinkronkan dulu datanya, ada yang harus diklarifikasi lagi sama Bapenda,” jelas Boy Amali.

BACA JUGA..  Dishub Medan Tegaskan Penurunan Tarif Parkir Tak Langgar Aturan

Boy menambahkan untuk saat ini pihak Datun pun sudah mendapatkan data-data dari yang dikirimkan Bapenda. Untuk sementara ketika ditanyakan soal dugaan bocornya PAD jawaban yang disampaikan oleh Bapenda berbeda dengan apa yang disampaikan tim Pansus DPRD. Karena itu untuk mendapatakan kepastian diperlukan data-data.

“Kita minta datanya, kalau memang begitu (alasan Bapenda) mana datanya. Sebagian sudah ada yang diserahkan. Tunggu rampung semualah. Kita berbicara berdasarkan data. Endingnya kita tunggu datanya rampung dulu. Semua pihak Datun yang berkoordinasi sama Bapenda karena obyeknya itu jugakan banyak juga ada 20 juga itu perusahaan yang diduga memanipulasi pajak,” Pungkasnya.( Wan)

BACA JUGA..  Sambut Lailatul Qadar Ramadan 1447 H,  Lailatul Badri Ajak Umat Hidupkan Malam dengan Ibadah

EDITOR : Rahmad