Ternak Babi Resahkan Warga Tebingtinggi, PT KAI Sumut Abaikan Surat Penolakan Warga Sekitar

oleh
Lokasi ternak babi

POSMETRO MEDAN-Peternakan babi yang ada di Jalan Lama, Kelurahan Sri Padang, Kota Tebingtinggi sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Mayoritas masyarakat mengeluhkan bau dan pencemaran air atas aktivitas peternakan yang berada di lingkungan masyarakat Jalan Lama, Kota Tebingtinggi.

Lokasi peternakan tersebut berada di bantaran rel kereta api yang melintas di Jalan Lama, Kota Tebingtinggi.

Melalui Kuasa Hukum Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) Indikator, Paris Dakkar Sitohang, S.H, M.H kecewa dengan PT KAI Sumut.

“Peternakan babi ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi proses pengendalian limbahnya tidak teratur dan berserakan di perkarangan lingkungan warga,” kata Paris kepada POSMETRO MEDAN, Senin (16/12/2024).

BACA JUGA..  Dua Pelaku Jambret Kenakan Baju Tahanan

Kata Paris, pihaknya sudah mengirimkan surat penolakan kepada Humas PT KAI Div 1 Sumatera Utara dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Namun sampai saat ini, surat penolakan atas aktivitas peternakan babi yang sewanya diberikan oleh PT KAI tidak pernah dibalas,” tutur Paris.

Mewakili warga sekitar, Paris menyampaikan kekecewaan terhardap seluruh pihak terkait yang tidak mendengar keluhan masyarakat.

“Kami kecewa kepada Pimpinan PT KAI Div 1 Sumatera Utara karena sampai saat ini tidak merespons dan tidak memperdulikan penolakan yang dirasakan masyarakat,” tegas Paris.

Paris meminta kepada Menteri BUMN Erik Tohir agar menindak tegas Pimpinan Manager Aset PT KAI SUMUT yang sesuka hatinya menyewakan lahan milik PT KAI untuk peternakan babi di depan pemukiman warga di Kota Tebingtinggi.

BACA JUGA..  Memprihatinkan!  Jalan Provinsi di Aek Kualu Borbor Rusak Parah, Anggaran Minim dan Aliansi Warga Protes

Sebab, bau dan kotoran telah mencemari lingkungan sekitarnya.

“Padahal Pemko Tebingtinggi sudah melayangkan surat untuk ditinjau ulang penerbitan izin pemakaian lahan untuk peternakan babi di sekitar pemukiman karena adanya penolakan dari masyarakat,” tutur Paris.

“Tetapi Manager PT KAI Sumut tidak memperdulikan. Jangan sampai BUMN sekelas PT KAI Sumut bertindak hanya untuk mengejar keuntungan semata dari sewa lahan namun menyingkirkan kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebing Tinggi, Hasbie Nasution mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi juga sudah pernah mengirimkan surat melalui Sekda Kota Tebingtinggi kepada PT KAI Pusat perihal peninjauan kembali atas aktivitas peternakan babi yang meresahkan warga sekitar itu.

BACA JUGA..  Proyek Zoss Kembali Rusak, Warga Desak Kejari Lidik CV.ALBARAQ GRUP

“Namun hingga saat ini juga surat tersebut belum pernah dibalas,” kata Hasbie, beberapa waktu lalu.

Manager aset KAI tebing tinggi

Terpisah, Humas PT KAI Div 1 Sumatera Utara Anwar Solikhin mengatakan, terkait pemberian ijin kontrak sewa lahan KAI kepada peternakan di Kota Tebingtinggi sudah sesuai dengan ketentuan.

“Namun kami juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk permasahalan tersebut,” tutur Anwar melalui chat WhatsApp kepada POSMETRO MEDAN, belum lama ini.

REPORTER: Aldo

EDITOR : Rahmad