posmetromedan.com – Pesawat SAM Air jatuh di sekitar area bandara Pohuwato, Gorontalo. Akibat dari insiden tersebut, 4 orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, Minggu (20/10/2024), mengatakan pesawat mulanya berangkat dari Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 07.03 Wita pagi. Pesawat diperkirakan tiba pukul 07.33 Wita.
“Kontak terakhir dengan Airnav Makassar sekitar pukul 07.22 Wita. Dan ternyata pesawat itu sudah jatuh di sekitar area bandara yaitu di tambak rakyat,” bebernya.
Heriyanto menyebut pesawat itu mengangkut 4 orang yang terdiri dari 3 kru dan 1 penumpang. Seluruh korban tewas dalam insiden ini dan sudah dievakuasi ke puskesmas.
“Untuk korban terdiri dari 4 orang yaitu 3 orang kru dan 1 penumpang, semua dalam keadaan meninggal dunia. Dan sudah dievakuasi ke puskesmas terdekat di sekitar area bandara Pohuwato,” imbuhnya.
Sebelum kejadian, korban Sri Meyke Male sempat bercanda soal pesawat jatuh. Gustin Ishak, kerabat Sri Meyke Male, mengungkap pembicaraan terakhir korban sebelum berangkat. Katanya, korban sempat bercanda soal pesawat jatuh.
Sri Meyke Male tewas bersama Capt M Saefurubi A, First Officer M Arthur VG, dan teknisi bernama Budijanto. Dia meninggalkan suami dan tiga anak yang masih kecil.
“Kalau jatuh di pesawat, tuan rumah akan jadi orang kaya,” kata Gustin Ishak mengulang candaan korban dengan anak-anaknya. Candaan itu kini menjadi kenangan pahit yang membawa duka mendalam bagi keluarganya.
Di rumah duka, suasana semakin mengharukan. Anak bungsu Sri Meyke, yang baru berusia dua tahun, terlihat tertidur lelap di kamar korban sambil minum susu dari botol.
Seolah belum sepenuhnya menyadari bahwa mereka baru saja kehilangan ibu tercinta. Rumah duka Sri Meyke Male berada di Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Tampak keluarga dan pelayat sudah menanti jenazah korban tiba di rumah duka. Saat ini keempat jenazah masih berada di Puskesmas Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.
Kesedihan mendalam terlihat jelas di wajah pelayat di rumah duka tersebut. Sang ibu, yang baru saja mengantar Meyke ke bandara pagi itu, bahkan belum sempat tiba di rumah ketika mendapatkan kabar tragis tentang putrinya.
Anton Kadir, kerabat korban mengatakan ibu korban setelah mengantar Sri Meyke ke Bandara Djalaluddin Gorontalo untuk penerbangan menuju Palu, sang ibu sedang dalam perjalanan pulang.
Belum sampai di rumah, ia langsung memutar arah setelah mendengar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi putrinya mengalami kecelakaan. Katanya, saat ini ibu korban sedang menjemput jenazah Sri Meyke Male.
“Belum sempat sampai di rumah, langsung balik setelah dengar kabar. Sekarang ibunya masih menunggu jenazah di Pohuwato,” ujar Anton Kadir, paman korban.
Bandara Panua Pohuwato berjarak sekitar 31 kilometer atau 51 menit perjalanan darat dari Marisa, Ibu Kota Kabupaten Pohuwato. Sedangkan ke Kota Gorontalo, ibu Kota Provinsi Gorontalo sekitar 191 kilometer atau jarak tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan darat.
Bandara tersebut adalah bandara ke-25 dari 27 bandara yang dibangun. Bandara yang dibangun sejak tahun 2015 itu menelan anggaran Rp 437,4 miliar.
Bandara Panua memiliki sejumlah fasilitas penting diantaranya landasan pacu sepanjang 1200m x 30m, taxiway 15m x 170m serta apron 110m x 70m. Gedung terminal berukuran 990m⊃2; dengan pesawat terbesar yang bisa terbang dan mendarat jenis ATR 72-600.
Bandara perintis itu menelan biaya APBN sebesar Rp437,4 miliar, sebagian di antaranya dibiayai melalui mekanisme Surat berharga Syariah Negara (SBSN).(bbs)











