Pj Bupati Langkat Buka Forum Konsultasi Publik

oleh
Forum Konsultasi Publik tentang Standar Pelayanan. Acara yang berlangsung pada Kamis (12/9/2024

POSMETRO MEDAN – Dalam rangka memperkuat pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Langkat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Langkat menggelar Forum Konsultasi Publik tentang Standar Pelayanan. Acara yang berlangsung pada Kamis (12/9/2024) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Langkat, M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP, sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Kabupaten Langkat.

 

Sebanyak 72 peserta, yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, akademisi, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha, ikut serta dalam kegiatan ini. Forum ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang standar pelayanan publik serta mendorong percepatan pelayanan yang lebih mudah dan efisien.

 

Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Langkat, Edi Suratman, S.Sos, dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini diadakan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang standar pelayanan publik, khususnya dalam mempermudah proses pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Kami berharap kegiatan ini dapat mempercepat penyediaan layanan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya terkait perizinan usaha,” ujar Edi.

BACA JUGA..  Cari Ikan di Alur Internasional Selat Malaka, Nelayan Pantai Labu Ditertibkan TNI AL

 

Sementara itu, James Marihat Panggabean, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, menekankan pentingnya peningkatan digitalisasi dalam pelayanan publik di Langkat. “Digitalisasi akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sehingga terhindar dari maladministrasi,” kata Jams.

 

Penjabat Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Langkat, khususnya dalam bidang perizinan. “Pelayanan publik yang akuntabel, efektif, efisien, transparan, cepat, dan mudah adalah prioritas utama kami. Kami berupaya memastikan setiap proses perizinan berjalan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,” tegas Faisal.

 

Faisal juga menambahkan bahwa Kabupaten Langkat perlu terus melakukan pembenahan dengan mencontoh praktik terbaik dari daerah lain agar tidak tertinggal dalam hal pelayanan publik. “Kita harus terus belajar dari daerah-daerah yang sudah lebih maju dalam pelayanan publik, agar Langkat bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.

 

Acara ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan oleh sejumlah pihak yang terlibat, termasuk Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMDI) Kabupaten Langkat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ketua Rumah UMKM, Ketua Porda UMKM, akademisi dari STAI Jamiyah Mahmudiyah, serta perwakilan dari Kadin, HIPMI, Ombudsman RI, dan Pemerintah Kabupaten Langkat. Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam upaya bersama untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Langkat.(red)

BACA JUGA..  Mendagri Apresiasi Sumut Bantu Hibah Rp260 Miliar Ke Aceh

Trks

Acara Forum Konsultasi Publik tentang Standar Pelayanan, Kamis (12/9/2024) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

*#*#**#

Foto

Senangnya Siswa SD Lihat Atraksi Peski Air di Danau Toba

— Motivasi jadi Atlet

BALIGE – Puluhan siswa SD menyemarakkan pertandingan nomor Waterski Jumping pada cabor Ski Air PON XXI Aceh-Sumut, Kamis (12/9/2024). Dengan pengawalan petugas kepolisian, mereka menyaksikan uji coba lintasan para peski air di Danau Toba.

Sejak hari kedua hingga saat ini, siswa-siswa SD terlihat di venue dan selalu memberikan semangat bagi atlet yang tengah memperlihatkan kemampuannya. Sejumlah atlet sempurna mendarat di perairan Danau Toba setelah berhasil jumping.

“Paten kali. Belum pernah saya lihat yang begini terbangnya,” kata Albert, salah seorang siswa SD.

Kepala Dinas Pendidikan Toba Rikardo Hutajulu mengutarakan, PON adalah peristiwa bersejarah. Selain 4 tahun sekali, olahraga bertaraf nasional tidak selalu berada lokasi yang sama.

BACA JUGA..  Gas Elpiji Raib 13 Tabung, Pelaku Ditangkap Usai Terekam CCTV

“Bukan sekadar menghargai atlet yang datang. Namun kita ingin para warga sekolah dapat menyaksikan event sejarah di Kabupaten Toba yang baru kali ini ada PON di Toba,” ujar Hutajulu.

Para siswa SD yang menonton para atlet Ski Air dikawal pihak kepolisian. Mereka berada di pinggir venue dan melihat secara detail setiap perjalanan atlet melakukan uji coba lapangan. “Saat menonton, mereka (anak SD) dikawal polisi,” tuturnya.

Untuk final, sekolah yang ada di Toba bakal memberikan tugas khusus kepada pelajar menyaksikan beberapa nomor cabor Ski Air.
“Dan pada final, kita akan berikan tugas khusus kepada pelajar untuk menyaksikan cabor Ski Air. Ini adalah bagian dari sejarah Toba. Kita bersyukur punya kesempatan menjadi lokasi penyelenggaraan,” terangnya.

Siswa SD yang hadir di venue terlihat menggunakan baju olahraga. Mereka terlihat riang gembira. Warga sekitar Alfons (36) berharap anak SD yang hadir di venue miliki niat menjadi atlet Ski Air.

“Kita berharap mereka anak-anak Toba punya niat menjadi atlet Ski Air. Karena dari yang kita lihat, kita bisa menjadi sesuatu. Semoga ini menjadi pemantik semangat anak-anak kita ini,” pungkasnya.
(Red)

EDITOR : Rahmad