posmetromedan.com – Sejumlah saksi mata mengungkap situasi mengerikan saat rentetan pager meledak di Lebanon pada Selasa (17/9/2024). Banyak orang terluka di jalan-jalan ibu kota Lebanon, Beirut.
“Kami turun ke jalan, dan kami melihat daerah pinggiran kota itu seperti kota zombi,” kata saksi yang enggan disebutkan namanya, dikutip CNN.
Menurut dia banyak korban yang tergeletak di pinggir jalan dan berlumuran darah.
Sejak Februari, Hizbullah meminta anggota dan keluarga anggota berhenti menggunakan ponsel dan beralih ke perangkat komunikasi lain.
Pager merupakan perangkat komunikasi kecil yang umum digunakan sebelum telepon seluler tersebar luas. Perangkat ini menampilkan teks pendek untuk pengguna.
Lebih lanjut, saksi ketiga menerangkan ada orang-orang yang bekerja di bidang keamanan dan menggunakan perangkat itu. “Dan mereka juga terluka,” imbuh dia.
Rentetan ledakan pager terjadi secara tiba-tiba di seluruh penjuru Lebanon bahkan fasilitas sipil seperti pasar. Imbas ledakan itu, sembilan orang tewas dan 2.800 orang mengalami luka-luka.
Hizbullah mengecam ledakan tersebut dan menuding Israel sebagai dalang. Israel diduga menanam alat peledak di ribuan pager dan mengoperasikan dari jauh.(bbs)












