Bawaslu Humbahas Belum Klarifikasi dari PTPS Terkait Warga Dolok Sanggul Tak Bisa Nyoblos

oleh
Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Humbang Hadundutan (Humbahas). (Ist/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, Henri W Pasaribu menyatakan bahwa pihaknya akan memproses sekaitan permasalahan adanya warga Dolok Sanggul sebagai pemilih khusus tak bisa nyoblos, pada Rabu (14/2) kemarin bertempat di TPS 08 Pasar Doloksanggul.

Namun, Henri mengaku belum melakukan klarifikasi dari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) selaku pihaknya sebagai pengawas pemilu di TPS. ” Blm..Krn ada bbrp ketentuan yg kami lengkapi dulu sblm klarifikasi,” kata Henri via WhatsApp, Jumat (16/2) kemarin.

Menurutnya, Bawaslu dalam tahap klarifikasi kepada PTPS terlebih dahulu melengkapi beberapa ketentuan.

“Laporan hasil kerja pengawasannya dulu di kerjakan dan dilaporkan Lae, baru nanti di klarifikasi,” ucap Henri.

“Tidak hanya klarifikasi semata. Dalam proses pelanggaran harus ada regulasi kami ikuti Lae,” sambungnya.

Henri menjelaskan, untuk melakukan klarifikasi dari PTPS , Bawaslu terlebih mengarahkan warga yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi beserta siapa saksi yang diajukan.

BACA JUGA..  PKB Karo Buka Pendaftaran Balon Bupati Pilkada 2024

Hal itu dilakukan guna menemukan kecukupan bukti dalam pelanggaran adminitrasi, dan pidana. “Tentu harus kami kuatkan dengan bukti serta saksi dan warga yang merasa di rugikan serta harus kami arah kan dulu untuk membuat laporan resmi. Jika ada unsur pidana ini harus dibawa ke pembahasan Gakkumdu lae,” jelas Hendri.

Masih dikatakan Henri, sekaitan persolan dilapangan Bawaslu memberikan kesempatan kepada PTPS untuk melengkapi berkas laporan pertanggungjawaban dari TPS.

“Iy Lae…. Mereka blm selesai menyampaikan laporan hasil kerja mereka secara tertulis serta dokumen yg mereka terima dari KPPS.. Krn paling lambat hari ini mereka wajib melaporkan hasil kerjanya.. dan baru enak melakukan klarifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu (14/2) kemarin, warga Dolok Sanggul keluhkan tak bisa nyoblos, gara-gara tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) online uang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya tidak bisa mencoblos, kata petugas disitu saya tidak terdaftar di DPT online,” kata Jonathan Alvius Theo Zevan (22), warga Jalan Merdeka no 37 Pasar Dolok Sanggul Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumut saat ditemui di TPS 008 Pasar Dolok Sanggul, tepatnya dihalaman kantor Mal Pelayanan Publik.

BACA JUGA..  9 Berkas Balon Bupati Deliserdang Diserahkan ke DPD Partai Golkar Sumut

Jonathan menjelaskan, dia sebagai pemilih khusus berhak untuk mencoblos, namun pada saat dia datang bersama ibunya bernama Royani Limbong (47), dia tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

Selain itu, petugas beralasan karena dia tidak membawa KTP fisiknya, karena menunjukkan KTP dari handphone.

“Saya datang bersama mama pukul 12.42 WIB, karena kami pemilih khusus. Setelah kami di tempat pemungutan suara (TPS) 008, saya duluan masuk dan saya menunjukkan KTP saya dari handphone karena fisiknya tinggal di Medan, setelah dicek kata petugasnya saya tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di online, dan fisik KTP saya tidak ada,” jelasnya.

“Kecewanya ya itu, KTP saya berdomisili di Humbahas, dan saya sebagai pemilih khusus harusnya bisa mencoblos, tapi kata petugasnya tidak bisa,” ujarnya.

BACA JUGA..  Sulhan Sitompul Kembali Maju Pilkada Sibolga, Kali Ini Jalur Partai

Padahal, lanjutnya, dia bersama ibunya sudah lama menunggu untuk dipanggil dikarenakan sudah dilaporkan oleh ayahnya bahwa mereka sebagai pemilih khusus.

“Kita sambil menunggu sembari kita jualan karena jarak antara TPS ke tempat warung kita tidak jauh sekitar 20 meter. Padahal, saya pingin mencoblos,” sambungnya.

Keluhan itu juga dirasakan ibu Jonathan. “Kecewa juga, anak saya duluan masuk, tidak bisa mencoblos karena tidak terdaftar di DPT. Padahal, kami sudah lama menunggu dilokasi, soalnya lokasi TPS 08 sekitar 20 meter dari warung kami,” ujar Royani.

Ketika disinggung, apakah benar mereka sebagai pemilih khusus dengan menggunakan KTP, Royani mengakui. ” Ya, aku bersama anakku KTP di Humbahas, jadi kami mencoblos dengan menggunakan KTP untuk menggunakan hak suara kami,” katanya. (*)

Reporter: mag-1
Editor: Maranatha Tobing