Posmetromedan.com – Alih-alih ‘tinggi’, Selamat malah tewas. Itu setelah dia dan beberapa temannya kepergok nyabu oleh polisi dan lompat ke Sungai Silau, Kabupaten Asahan, Sabtu (30/9). Jenazah pemadat ini kemudian ditemukan, Senin (2/10/23) siang.
Kisah mati konyol ini berawal saat pria 42 tahun itu mengkonsumsi narkoba jenis sabu di pinggir Sungai Silau bersama teman-temannya. Saat itu juga datang polisi melakukan penggerebekan.
“Mereka berusaha melarikan diri ke sungai. Teman-temannya berhasil selamat, tetapi Selamat diduga kelelahan saat berenang dan dilaporkan tenggelam,” jelas Komandan Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Romy Erwin Syahputra, Minggu (10/1).
Menerima laporan orang hilang, Tim SAR tiba ke lokasi. Petugas kemudian menyisiri sungai dengan radius beberapa ratus meter.
“Kami telah melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai hingga sejauh satu kilometer untuk mencari korban,” kata Romy.
Tim pencarian telah mengerahkan dua unit perahu motor untuk menciptakan gelombang ombak. Tujuannya untuk memastikan jika jasad korban tenggelam di dasar sungai akan segera mengambang.
Hingga Minggu (1/10) sore, jasad Selamat yang tercatat sebagai warga Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, belum berhasil ditemukan. Namun pada Senin (2/10) siang, jenazah Selamat ditemukan Tim SAR dan BPBD Asahan.
Mayat Selamat tersangkut di sekitar patahan pohon di tepi aliran Sungai Silau. Selamat tak selamat.
“Tim berhasil menemukan jasad korban pada jarak kurang lebih 4 kilometer dari titik awal dilaporkan tenggelam di sungai,” kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan, Zul Fahri Harahap kepada wartawan.
Dijelaskan Fahri, pencarian korban telah diperluas hingga radius 5 kilometer. Mengingat kondisi sungai yang cukup berarus deras karena hujan yang turun semalaman.
“Jasad korban pertama kali terlihat oleh masyarakat sekitar dan segera dilaporkan kepada tim pencarian untuk dievakuasi,” tambahnya.
Setelah ditemukan, jasad Selamat dibawa ke rumah orangtuanya di Desa Pulau Bandring, Kecamatan Pulau Bandring, Asahan, untuk dimakamkan.
Sementara, informasi dari sejumlah warga, lokasi tersebut memang sering digunakan oleh sekelompok orang untuk menggunakan narkoba secara sembunyi-sembunyi. (*)
Reporter: Oki Budiman
Editor: Sahala Simatupang












