Posmetromedan.com – Jalan nasional di kawasan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) saat ini sangat memprihatinkan. Di banyak titik hingga perbatasan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), badan jalan berlubang dan mencancam keselamatan jiwa masyarakat.
Kendati pemerintah telah mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp4,5 Miliar yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk pemeliharaan jalan nasional, namun fakta di lapangan tidak mencerminkan besarnya anggaran yang tersedia.
Salah satu badan jalan rusak parah terdapat di Jalan Jendral Ahmad Yani Depan Kantor Perpustakaan Kabupaten Agara. Selain badan jalan berlubang, saluran parit juga tersumbat di sepanjang jalan tersebut, seperti di Desa Perapat Hulu. Parit tersumbat ini sudah tidak diperbaiki sejak beberapa tahun terakhir.
Salah satu masyarakat, Fazli Budiman Syah kepada Posmetromedan.com, saat melintas di Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, mengeluhkan permukaan jalan yang rusak dan berlubang tepatnya di depan Kantor Perpustakaan.
“Pihak yang melakukan perbaikan disitu aneh kurasa. Harusnya memperbaiki pecing menggunakan aspal, tapi ini kulihat menggunakan tanah,” ujar Fazli Budiman Syah.
Fazli juga menjelaskan, bahwa setiap hujan turun di Desa Perapat Hulu Jalan Ahmad Yani pasti banjir karena drainase disana sama sekali tidak berfungsi.
“Banyak dranase dijalan nasional tidak berfungsi dengan baik salah satu seperti di Desa Perapat Hulu Kecamatan Babussalam sehingga setiap hujan deras turun hampir seluruh badan jalan tergenang air,” ujarnya Fazli.
Fazli menambahkan, hal ini terjadi akibat kurangnya perhatian oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. (*)
Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing












