Harga Urea Subsidi Cekik Leher Petani di Aceh Tenggara, Polres Harus Bongkar Mafia Pupuk

oleh
Fazli Budiman Syah, tokoh pemuda Aceh Tenggara, yang menyoroti lemahnya kinerja Komisi Pengawas Pupuk Pertisida (KP3) Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga harga pupuk subsidi jauh diatas HET. (Safrizal/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Harga pupuk bersubsidi jenis Urea di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sangat mencekek leher (baca: sangat mahal). Kenaikan harga itu jauh diatas Harga Enceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seharusnya, sesuai HET pupuk Urea bersubsidi dijual Rp 112.500/sak isi 50 kilogram Tapi di lapangan, pupuk yang dangat dibutuhkan petani itu dijual Rp 180 sampai Rp 190.000/sak. Fakta lapangan ini menjadikan penjual mendapat untung hampir Rp.70.000/sak.

Kondisi seperti ini sudah lama dirasakan para petani. Lebih parahnya lagi, pupuk tersebut sering hilang dipasaran. Sehingga hasil panen petani sering tidak memuaskan.

BACA JUGA..  Mulai Juni 2026, Pedagang Eks Stasiun Deli Tua Akan Di Relokasi ke Deli Old Town

Berbagai pihak elemen masyarakat menyoroti kinerja pihak terkait yang bertanggungjawab dalam mengawasi pendistribusian pupuk subsidi.

Salah satunya adalah Fazli Budiman Syah, seorang tokoh pemuda di Aceh Tenggara, sangat menyayangkan pemerintah Kabupaten Agara yang tidak bisa menjaga harga pupuk sesuai HET.

Fazli Budiman Syah mengatakan bahwa pemerintah Agara gagal total mengurusi pupuk. “Disinilah kita lihat pihak terkait yang bertanggungjawab urusan pendistribusuan pupuk subsidi ini tidak becus bekerja,” ujar Fazli Budiman Syah kepada Posmetromedan.com, Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA..  Preman Tukang Kutip Sewa Lahan Sport Center Kelimpungan, Pemkab Ambil Kelola

Dijelaskan Fazli, katanya, tata kelola distribusi pupuk kepada para petani dan rentannya permainan harga baik ditingkat distributor maupun pengecer bukan lagi hal yang tabu di Aceh Tenggara. Bahkan para pelaku dengan luleluasa melakukan apapun yang dikehendaki dalam mempermainkan pupuk demi meraup keuntungan sebesar – besarnya. Hampir seluruh kecamatan harga pupuk dijual diatas HET,” katanya.

“Nah, kalau dijual diatas HET berarti ada indikasi permainan untuk memperkaya pihak-pihak tertentu,” ujarnya lagi.

BACA JUGA..  Angin Kencang Rusak 19 Rumah Warga di Patumbak

Lebih lanjut, Fazli Budiman Syah mengatakan bahwa Komisi Pengawas Pupuk Pestisida (KP3) Kabupaten Aceh Tenggara, sama sekali tidak bekerja. Bahkan, Razli menaruh kecurigaan kalau dalam kasus ini ada permainan oknum yang memiliki kewenangan besar.

“Dan kita duga ada permainan orang-orang besar dalam menentukan harga dilapangan untuk mendapat keuntungan yang besar,” tegasnya lagi.

Diakhir pertemuan, Fazli Budiman Syah meminta Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, untuk membongkar mafia pupuk bersubsidi sampai tuntas ke akar-akarnya. (*)

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing