10 Pelaku Rudapaksa Siswi SMP di Asahan Ditangkap Polres Asahan

oleh
Kapolres Asahan AKBP Rocky Hasuhunan Marpaung bersama sejumlah PJU saat memaparkan dalam konfrensi pers kasus rudapaksa 2 siswi SMP, pada Sabtu kemarin  (28/4). (Rahman Khalid/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – 10 pelaku rudakpaksa (pemerkosaan) terhadap 2 remaja putri siswi salah satu SMP di Kabupaten Asahan, akhirnya berhasil ditangkap Polres Asahan, Polda Sumatera Utara.

Kemarin diberitakan, bahwa baru 1 pelaku ditangkap sementara 9 lainnya masih diburon. Hal itu disampaikan Kapolres Asahan, AKBP Rocky Marpaung saat menggelar konfrensi pers.

Penangkapan keseluruhan pelaku kejahatan asusila itu juga disampaikan Kapolres. Katanya, tim Satres Kriminal Polres Asahan yang mengungkap keberadaan para pelaku.

“Penyelidikan membawakan hasil, seluruh tersangka telah berhasil kami amankan,” kata AKBP Rocky pada Selasa (2/5/2023).

BACA JUGA..  Bus ALS Tujuan Medan Kecelakaan, 16 Tewas

Ia mengaku, kini seluruhnya masih dalam tahap pemeriksaan. Sebab, menurutnya, pihaknya masih mencari informasi lebih mendalam dari para tersangka.

“Kami masih mencari informasi dari para tersangka. Sehingga, saat ini masih kami lakukan pemeriksaan,” katanya.

Sementara Tripurnowidodo, penasihat hukum salah satu tersangka FR, mengaku bahwa tidak semua yang dikatakan oleh korban merupakan hal yang sebenarnya.

“Karena dari keterangan FR, dua orang korban tersebut memang sudah bersepakat untuk bertemu dengan tersangka R dan B di sebuah warung salak-salak,” kata pria yang biasa disapa Dodo.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu di Bagan Didor

Ia mengaku, kliennya tidak mengetahui secara pasti bagaimana kejadian tersebut. Namun, ia mengaku ada tiga sesi korban disetubuhi.

“Karena FR ini datang di sesi ke 2, dia gak tau yang terjadi di sesi pertama. Dan mengetahui sesi ke-3, dan para korban yang meminta untuk dibawa ke Kisaran,” kata Dodo.

Disinggung terkait FR ada melakukan persetubuhan dengan korban, Dodo mengaku ada. Dan FR mendapatkan giliran ke 4 dari salah satu korban.

BACA JUGA..  KA Tabrak Truk, Sopir Tewas

“Ngakunya memang ada, dia giliran ke-4. Dia datang kesitiupun karena ga sengaja, dia mau ke Sei Silau, disitu melihat ada kawannya, tiba-tiba disuruh masuk ke belakang,” katanya.

Ia mengaku, antara korban dan salah satu pelaku sebelumnya memang telah merencanakan adanya perbuatan persetubuhan.

“Di isi chating RK itu ada bukti, bahwa dalam percakapan mereka ada menjurus ke arah persetubuhan itu. Sehingga, ini kita lihat sajalah nanti bagaimana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rahman Khalid
Editor: Maranatha Tobing