Oleh: Anita Ndruru, Elsa Dora Haloho, Trisno Sirait
PENDIDIKAN keperawatan merupakan dasar untuk mencapai sikap profesionalitas menjadi seorang perawat. Pendidikan keperawatan adalah bentuk upaya meningkatkan kualitas perawat dengan pembelajaran ilmu dasar keperawatan sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan serta membina komunikasi yang baik antara perawat dengan profesi kesehatan yang lain.
Komunikasi yang baik antar perawat dengan profesi kesehatan yang lain dapat menciptakan kolaborasi yang baik dalam penanganan masalah kesehatan. Sehingga pentingnya ilmu tentang komunikasi didapatkan dalam pendidikan keperawatan.
Dalam proses pembelajaran pendidikan keperawatan yang selama ini diterapkan yaitu metode ceramah, presentasi kelompok, dan diskusi. Proses pembelajaran dengan metode ceramah membuat kebanyakan mahasiswa bosan, mengantuk, dan kurang aktif di dalam kelas. Sehingga tujuan pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik kepada mahasiswa.
Demikian juga dengan penggunaan metode presentasi kelompok, tidak semua mahasiswa ambil andil dalam mengerjakan tugas. Beberapa mahasiswa dalam kelompok bingung bagaimana mengerjakan tugas dan ada yang bahkan tidak ikut dalam mengerjakan tugas.
Untuk menjadi seorang perawat yang professional, sebagai mahasiswa harus aktif mengisi ilmu dan memahami lebih dalam asuhan keperawatan apa yang akan diberikan. Sehingga, perlu pengembangan ilmu pengetahuan dengan metode role play.
Role Play adalah sebuah metode bermain peran atau melakukan drama dalam proses pembelajaran. Peran yang dilakukan dalam konteks ini yaitu menirukan kegiatan dalam keperawatan seperti tindakan memberikan bantuan hidup dasar, komunikasi terapeutik dan tindakan keperawatan lainnya.
Dengan bermain peran, mahasiswa akan lebih memahami lingkungan sekitar yang beragam sehingga membantu persiapan mahasiswa dalam menghadapi kasus yang sama di masa depan. Role play menjadi salah satu metode komunikasi yang digunakan sebagai inovasi bahan refleksi agar dapat menilai langsung secara kritis kemampuan diri dalam memberikan asuhan keperawatan.
Berdasarakan hasil penelitian (Nur Meity, 2018), pengaplikasian metode role play memberikan hasil yang signifikan, dimana terjadi peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan metode role play yaitu dari 54,2% menjadi 83,3%.
Sehingga dengan peningkatan motivasi belajar, akan memberikan respon yang positif yaitu mahasiswa akan lebih penasaran dan inisiatif mempelajari tentang asuhan keperawatan yang benar. Penerapan metode role play juga mampu menciptakan kelas yang suasananya lebih dinamis dan menyenangkan.
Beberapa langkah mudah dalam melakukan role play yaitu: 1) Persiapan role play, dimulai dari pembentukan kelompok, penentuan topic yang akan diangkat, dan pembagian peran anggota kelompok; 2) Pelaksanaan role play, mahasiswa melakukan peran sesuai pembagian peran kemudian akan dilakukan evaluasi langsung untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat dari tujuan role play tersebut dilakukan.
Keuntungan dalam menerapkan metode pembelajaran dengan role play membuat mahasiswa menjadi lebih kreatif dan aktif dalam belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat melekat dalam memori. Penggunaan metode role play juga dapat memberikan semangat belajar, sikap optimis pada mahasiswa, melatih cara berkomunikasi yang baik, tanggung jawab dan kerjasama antar tim.
Selain keuntungan, metode role play juga memiliki kekurangan yaitu fasilitas ruangan belajar yang kurang memadai, tidak mendukung 100% keberhasilan role play yang diperankan. Kemudian tidak semua dosen pengajar terpapar cara menerapkan metode pembelajaran role play ini dengan efektif. Masih ada yang lebih nyaman menerapkan metode pembelajaran biasa seperti ceramah dan presentasi kelompok.
Selain itu, masih banyak juga mahasiswa keperawatan saat praktik langsung ke lapangan tidak paham dalam menentukan tindakan keperawatan apa yang akan diberikan. Hal ini disebabkan oleh mahasiswa hanya mengetahui teori, tetapi dalam praktiknya tidak optimal.
Sehingga perlunya praktik dengan metode role play sebelum turun lapangan, agar dapat membedakan setiap kondisi pasien dan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Untuk terus membantu perkembangan pendidikan keperawatan yang menghasilkan perawat professional, diharapkan kepada pihak institusi terus melakukan penyegaran terhadap dosen dan difasilitasi dengan membuat pelatihan tentang bagaimana penerapan metode role play yang efektif dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga, dengan cara dosen dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, minat belajar mahasiswa akan terus meningkat dan terbentuknya karakter semangat belajar. (*)
(Penulis adalah Mahasiswa Magister Fakultas Keperawatan USU)












