Karyawan PTPN2 dan Warga Komplek Garuda Tamora Nyaris Bentrok di Tanjung Morawa

oleh
Warga didominasi perempuan yang mengatasnamakan Masyarakat Penerus Pensiunan Bersatu, hampir bentrok dengan pihak PTPN2 di Komplek PTPN2 Lapangan Garuda, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. (Aswar/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Keributan sempat terjadi antara sekelompok orang dari PT. Perkebunan Nusantara 2 (PTPN2) dengan masyarakat. Hal itu dipicu karena pihak PTPN2 memasang plank dan mencabuti spanduk Kelompok Masyarakat Penerus Pensiunan Bersatu di Komplek PTPN2 Lapangan Garuda, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Keributan sempat terjadi dan sejumlah warga perempuan sempat histeris menolak pemasangan plank pengosongan rumah dinas PTPN2  yang hendak dipasang pihak PTPN2.

Anggota DPRD Deliserdang Said Hadi yang berada di lokasi langsung berdialog dengan pihak PTPN2 agar mematuhi hasil Rapat Dengar Pendapat yang sudah digelar pada tanggal 22/12/2022 lalu yang sudah direkomendasikan.

BACA JUGA..  Kejagung Geledah Kantor BGN

“Kita meminta pihak PTPN2 menahan diri tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat memicu kericuhan dan keresahan masyarakat, kita harap tidak ada pemasangan plank nanti bisa terjadi keributan dengan masyarakat, sampaikan pada pimpinan kalian,” ucap Said Hadi, Kamis (12/1/2023) pada petugas dari PTPN2.

Said Hadi menyesalkan PTPN2 tidak mengindahkan hasil RDP dengan kelompok penerus pensiunan bersatu Dusun XII DAN XI Desa Buntu Bedimbar yang dihadiri oleh BPN, Satpol PP, Camat Tanjung Morawa, Polsek dan pihak lainnya.

BACA JUGA..  Kejagung Geledah Kantor BGN

Terbukti PTPN2 melakukan pemasangan plang dan akhirnya menimbulkan keresahan para warga pensiunan terkhusus komplek lapangan garuda. Apalagi beberapa spanduk kelompok penerus pensiunan bersatu (KPPB) dicabut.

“Mestinya PTPN2 dapat mengambil kebijakan secara manusiawi terhadap para pensiunan, berkeadilan dan sesuai dengan norma hukum yang berlaku, agar persoalan ini tidak berlarut larut. Kita paham dan tau akan dimanfaatkan untuk apa kedepan nya exs perumahan ini, tentunya program Deli Megapolitan. Jangan sangkut pautkan SHT (Santunan Hari Tua) dengan perumahan yang mereka tempatkan,” ujar Said Hadi.

BACA JUGA..  Kejagung Geledah Kantor BGN

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini berharap kejadian pada hari ini tidak terulang kembali karena dampaknya menimbulkan rasa kekhawatiran, cemas dan ketakutan khususnya para ibu ibu yang sudah lama menempatkan perumahan tersebut, kata Said Hadi. (*)

Reporter: Aswar
Editor: Maranatha Tobing