Bobby Diminta Realisasikan Program Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak 

oleh
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati saat memberi sambutan di acara pengukuhan bapak asuh stunting di Kota Medan, Kamis (27/10). (Ali Amrizal/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta Wali Kota Bobby Nasution segera merealisasikan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan.

Menurut Gusti Ayu, Kota Medan sudah cukup baik dalam program penanganan stunting, akan tetapi edukasi pernikahan dini di Kota Medan masih perlu ditingkatkan lagi.

Kata Gusti Ayu, satu di antara penyebab pernikahan dini, selain kurangnya edukasi, turut dipengaruhi kondisi kecamatan di Kota Medan yang masih kurang ramah terhadap perempuan dan peduli anak.

BACA JUGA..  Usai Kecelakaan Truk di Medan, Zulham Efendi Soroti Tonase dan Kelayakan Kendaraan

“Untuk saat ini ada 142 kecamatan di Indonesia yang baru menerapkan program desa ramah perempuan dan peduli anak. Saya kira Kota Medan bisa menerapkan hal itu juga,” kata Gusti Ayu, dalam kegiatan pengukuhan bapak asuh stunting di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (27/10).

Gusti Ayu menjelaskan, untuk membebaskan Kota Medan dari stunting, pemmerintah harus memperhatikan dan memperiotaskan lima hal.

BACA JUGA..  Dua Penghargaan Nasional Sambut Peringatan Hari Otda ke-30, Rico Waas Apresiasi Kinerja ASN Pemko Medan

“Ada 5 prioritas baik itu pemberdayaan perempuan, pengasuhan perlindungan anak perlindungan pekerja anak, dan perkawinan anak. Semua isu ini tidak akan terlepas terhadap terjadinya stunting,” katanya.

Saat ini, kata Gusti Ayu, berdasarkan informasi yang dirinya dapat  terima, bahwa perkawinan anak di bawah umur prevelensinya masih sangat tinggi di Kota Medan.

“Ini juga penyebab dampak dari anak stunting, kawin muda, ibu belum siap di mana belum ramahnya kota Medan terhadap perempuan dan peduli anak membuat banyak orang-orang yang lebih memilih menikahkan anak di bawah usia,” jelasnya.

BACA JUGA..  Wali Kota Medan Luncurkan Qresto, Inovasi "Split Bill" Pajak Daerah Pertama di Indonesia

“Untuk itu perlu SDM, sebagaimana yang diminta Presiden RI bahwa 30 persen seluruh kantor harus memiliki SDM perempuan,” sambungnya.

Untuk itu, kata Gusti Ayu, perlu kolaborasi dari berbagai pihak dan kerja keras para stakeholder, demi menghilangkan stunting di Kota Medan.

“Satu diantaranya dengan menerapkan di 21  kecamatan program desa ramah perempuan dan peduli anak,” jelasnya. (*)

Reporter: Ali amrizal
Editor: Maranatha Tobing