Tuding Wali Kota tak Dengar Aspirasi, Puluhan Parbetor Gelar Unjuk Rasa

oleh
Tuding Wali Kota tidak mendengar aspirasinya, puluhan penarik becak motor (Parbetor) Medan kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota, Kamis (23/6). Mereka meminta Betor diremajakan. (Ali Amrizal/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Tuding Wali Kota tidak mendengar aspirasinya, puluhan penarik becak motor (Parbetor) Medan kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota, Kamis (23/6). Kedatangan mereka untuk menagih janji Wali Kota Bobby Nasution yang belum terealisasi hingga saat ini.

Unjuk rasa digelar di depan Kantor Wali Kota Medan ini menagih janji orang nomor satu di Medan terkait peremajaan betor. Ratusan betor ini pun menyuarakan pendapatnya terkait anggaran pembangunan drainase yang besar.

“Anggaran drainase besar tapi pembangunan asal-asalan. Mending dana APBD diberikan kepada kesejahteraan para betor,” ucap para parbetor saat menyampaikan orasinya kepada Wali Kota Medan.

BACA JUGA..  Peringati Hari Bakti ke-79, TNI AU Wilayah Medan Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan

Kemudian para aksi ini juga meminta agar yang menemui mereka langsung ialah Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.

“Kami minta pak wali yang nemui kami bukan anggotanya. Karena pak wali yang memberikan janji,” jelasnya.

Saat ditemui Koordinator Aksi unjuk rasa Johan Merdeka mengaku pihaknya sudah mengaspirasikan pendapatnya beberapa waktu lalu.

“Beberapa minggu lalu kami adakan aksi unjuk rasa tapi ternyata tidak digubris, kami tidak percaya lagi sama kepala dinas kami minta Bobby yang nemui langsung,” jelas Koordinator aksi unjuk rasa Johan Merdeka.

BACA JUGA..  Opening Ceremony KKSU 2026, Deputi Gubernur BI Apreasi Ketahanan Ekonomi Sumut Tumbuh 4,98 Persen

Dijelaskan Johan bahwa pihaknya hanya ingin Wali Kota Medan untuk menepati janjinya.

“Sudah dari bulan 11 tahun lalu sampai sekarang belum ada yang terealisasi untuk peremajaan bentor, berikan istri-istri kami usaha UMKM, tapi tidak ada,” jelasnya.

Dijelaskan Johan juga bahwa hasil pertemuan setelah aksi beberapa minggu lalu pun tidak ada kejelasan.

“Gak ada kejelasannya entah berkas apa pun yang disuruh kumpulkan itu pun tidak ada kejelasan misal bilang syarat berkas yang harus di kumpul itu tidak ada sama sekali hanya ucapan manis saja,” ketusnya.

BACA JUGA..  Serap Aspirasi Warga, Zulham Efendi Perjuangkan Pembangunan SMP di Belawan

Terpisah kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Izwar berdalih bahwa peremajaan betor ini belum terealisasi karena pemberkasan tidak lengkap.

“Pemberkasan mereka kurang lengkap untuk peremajaan betor. Kan harus di data dengan baik, makanya ini lagi kita diskusikan,” tukasnya. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing