POSMETROMEDAN.com – Dr dr Khairani Sukatendel MKed (OG) SpOG (K) SH MH(Kes) mengingatkan para purnawirawan dan warakawuri serta kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) akan risiko penyakit kanker.
Ungkapan ini disampaikan Khairani Sukatendel saat sosialisasi program kerja tahun 2021 Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (DPD Pepabri) Sumut di Hotel Saka Medan, Selasa (14/12).
Kepada peserta sosialisasi dari Pepabri, purnawirawan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara dan Polri, Perip, Dian Kemala, FKPPI dan PPM, dokter RSU Murni Teguh ini bilang semakin tua maka risiko berbagai kanker juga semakin besar.
Sembari mencontohkan beberapa jenis kanker, dokter ini selalu mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap kesehatan. Ia pun mengajak lansia secara berkala memeriksakan diri ke dokter.
Sekretaris DPD Pepabri Sumut Kol Purn Bachtiar Sonar Siregar SE MBA yang jugs pemateri sosialisasi mengajak para peserta sosialisasi termasuk para lansia untuk terus membangun kepribadian yang menyenangkan.
”Orang-orang sukses membentuk kepribadian yang menyenangkan dan menarik yang membuat mereka memiliki kharisma. Kepribadian yang menyenangkan dapat terlihat dari cara berjalan, berbicara, intonasi suara, kehangatan prilaku dan rasa percaya diri,” katanya.
Bachtiar Sonar Siregar juga mengemukakan 17 langkah membentuk kepribadian yang positif diantaranya tanggung jawab, perhatian, senyum bersikap ramah, menepati janji dan tidak dendam.
Kemudian jujur tulus, rendah hati, memiliki rasa humor, bersahabat/jadi sahabat dan berempati. ”Jadilah orang yang lebih baik,” harap sekretaris DPD Pepabri Sumut.
Untuk itu, ia mengingatkan peserta sosialisasi untuk menetapkan hati untuk bersikap lembut pada anak kecil. Penuh kasih sayang kepada lansia. Bersimpati kepada orang yang berusaha keras. Toleran kepada orang lemah dan salah. ”Lloyd Shearer pernah berucap suatu saat dalam hidup kita, mungkin kita akan mengalaminya sendiri,” kata Bachtiar Sonar Siregar.
Aiptu Purn Muliadi, Sekretaris Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dan Ketua Ika Benteng Huraba memaparkan tentang kenakalan remaja yang melanggar aturan atau hukum.
”Kenakalan remaja dapat menimbulkan dampak negatif. Baik bagi dirinya, keluarga bahkan masyarakat,” ujarnya.
Muliadi menambahkan kenakalan remaja disebabkan faktor internal berupa krisis identitas dan pengawasan diri yang lemah.
Ada pula akibat pengaruh eksternal berupa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua. Kemudian minimnya pemahaman tentang agama dan pengaruh lingkungan.
Untuk mengatasi masalah ini, Muliadi menegaskan bahwa perlu diterapkan aturan, menanyakan pada remaja apa yang sedang terjadi pada dirinya. Selanjutnya meluangkan waktu untuk anak, hindari bersikap kasar dan mencela anak serta berkonsultasi pada psikolog.
”Kita harus peka terhadap kenakalan remaja. Orang tua, guru dan masyarakat harus menasehati remaja untuk menjauhi perbuatan yang melanggar norma sehingga masalah dapat diminimalisir,” harapnya. (*)
Reporter: Sahala Simatupang
Editor: Ali Amrizal












