Jalankan Program Masjid Mandiri, Langkah Bobby Sejahterakan Umat

oleh
Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memberikan ceramah di salah satu Masjid beberapa waktu lalu. (Foto: Kominfo Medan for Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Jalankan program Masjid Mandiri adalah salah satu cara Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan, mensejahterahkan umat. Hal ini adalah murni konsep pemikiran menantu Presiden Joko Widodo, diluar 5 program unggulannya.

Terobosan Masjid Mandiri itu muncul setelah satu bulan Bobby dilantik menjadi Wali Kota Medan. Melalui Pemko, Walikota meluncurkan program yang tak lain untuk mensejahterakan masyarakat.

Bukan tanpa alasan, sebab suami Kahiyang Ayu ini ingin masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tapi juga digunakan sebagai sentra kegiatan masyarakat baik itu kegiatan sosial, politik, pendidikan, terutama ekonomi.

Melalui program Masjid Mandiri, Bobby Nasution berharap masjid dapat menjadi penggerak perekonomian berbasis syariah guna memakmurkan jamaah maupun warga yang ada di sekitarnya. Selain itu sebagai perwujudan membangkitkan dan memajukan kembali peradaban Islam yang dimulai dari masjid.

“Program Masjid Mandiri ini bertujuan untuk mensejahterakan umat. Harapannya, jamaah maupun warga kurang mampu yang bermukim di sekitar masjid dapat ikut menjadi tanggung jawab Badan Kenaziran Masjid (BKM). Oleh karenanya, saya berharap, persoalan warga kurang mampu dapat diatasi,” kata Bobby Nasution saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Islam, Jalan Karya Medan, baru-baru ini.

BACA JUGA..  Solidaritas Sumatera Menguat, Bobby Nasution Apresiasi Bantuan Pemprov Lampung untuk Korban Bencana

Tidak itu saja, Bobby Nasution juga berkeinginan agar program Masjid Mandiri menjadi titik awal mengembalikan fungsi dan peran masjid seperti zaman Rasulullah SAW. Artinya, seluruh kegiatan umat Muslim di Kota Medan dimulai dari masjid, terutama dalam memperkuat penerapan ekonomi berbasis syariah guna mencegah masyarakat terlibat dalam praktik riba.

“Praktik riba ini bisa kita putus dan hentikan jika seluruh masjid mampu melaksanakan ekonomi syariah.  Untuk itu peran masjid harus kita kembalikan seperti zaman Rasulullah,” ungkapnya seraya menuturkan bahwa saat ini jumlah masjid yang ada di Kota Medan tercatat sebanyak 1.115 masjid.

Dukungan juga disampaikan salah seorang pengurus BKM Masjid Al Muhajirin Komplek Bumi Asri atas program Masjid Mandiri yang digagas Bobby Nasution. Sebab, program tersebut meliputi berbagai aspek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kesehatan, koperasi dan unit pengumpulan zakat (UPZ).

“Saya berharap program Masjid Mandiri ini dapat kita jalankan  bersama-sama. Dengan demikian masjid benar-benar bisa memberikan manfaat bagi jamaah maupun masyarakat sekitranya. Walau terbilang baru, tapi manfaatnya sudah bisa kita rasakan,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi & Kepo

Upaya Bobby Nasution untuk memakmurkan masjid di Kota Medan lewat program Masjid Mandiri  mendapat apresiasi dari banyak pihak. Bahkan, secara kelembagaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) sudah menyatakan dukungan terhadap program tersebut.

“Program Masjid Mandiri semacam lompatan besar dari Bobby Nasution sebagai seorang Muslim milenial. Saya kira program ini akan membuahkan hasil, seperti yang diharapkan jika diperkuat secara regulasi dan sinergi,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut Dr Fakhrur Rozi MIKom saat dihubungi, kemarin.

Rozi mengatakan, regulasi menurutnya akan menguatkan program Masjid Mandiri untuk dikembangkan di seluruh  masjid di  Kota Medan. Setahu Razi  di beberapa masjid, upaya BKM untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan bantuan di sekitar masjid sudah dilakukan.

“Artinya harus ada upaya konkret untuk mendorong hal serupa dilakukan oleh BKM-BKM masjid lain di seluruh Kota Medan. Ini saya kira bisa dicapai dengan membuat regulasi,” tukasnya.

Menurut Rozi, masjid kerap diharapkan menjawab kebutuhan umat, salah satunya di bidang ekonomi. Dikatakannya, masjid harus mampu menjadi teladan dalam penerapan ekonomi syariah di tengah umat. Di sini BKM, jelasnya,  memang arus didorong untuk melahirkan unit usaha yang dapat mendukung umat lepas dari praktik riba

BACA JUGA..  Hampir 30 Tahun Aset Pemko Medan "Dikuasai" Pihak Lain

“Pemko Medan saya kira juga dapat turut serta dalam upaya BKM membangun unit usaha. Tentu jika ada regulasi khusus, dapat mengakselerasi komunikasi ke BKM dan warga tentang Masjid Mandiri. Mungkin dengan Peraturan Wali Kota sudah bisa dilakukan,” beber alumni Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU ini.

Selain regulasi, Rozi juga berharap Pemko Medan dapat bersinergi dengan sejumlah organisasi Remaja Masjid atau komunitas Muslim milenial yang selama aktif berkegiatan di masjid-masjid di Kota Medan. Komunitas itu mudah diidentifikasi lewat media sosial.

“Karena mereka juga aktif di media sosial, saya kira dengan sinergi atau kolaborasi dalam istilah Pemko Medan  dengan remaja masjid dan komunitas ini akan membantu mewujudkan Masjid Mandiri seperti harapan kita semua,” pungkas Doktor Komunikasi dan Penyiaran Islam ini. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing