Masyarakat Tangkap DPO Hasil Keputusan Pengadilan Gunungsitoli, Saat Mau Dititipkan Polisi Menolak

oleh -501 views

POSMETROMEDAN.com – Masyarakat di Nias Barat berhasil mengamankan salah seorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) hasil keputusan Pengadilan negeri Gunungsitoli, senin (22/11/2021) sekitar jam 2.30 Wib di daerah Nias Utara, dengan kasus penganiayaan berat secara bersama-sama atau pelanggar pasal 170 KUHP.

Sang DPO yang berhasil di amankan bernama RW alias Ama Safi, kala itu bersama ketiga rekannya Fanoloni Gulo (Sudah ditahan), Hafamati Gulo (berkas terpisah) dan Fitenieni Waruwu (DPO), pada 19 Oktober 2018 lalu telah melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Sofarius Waruru, serta kasusnya sudah diputuskan oleh Pengadilan dengan nomor dakwaan PDM-106/GNSTO/07/2020, dan putusan pengadilan ber Nomor 165/Pid.B/2020/PN.GST, tertanggal 29 Juli 2020.

BACA JUGA..  Kenalan di Media Sosial, Boru Sinaga Ditipu TNI Gadungan

Setelah sekian lama memburon, RW diamankan oleh warga, namun saat diserahkan oleh masyarakat ke Polsek Mandrehe Kabupaten Nias Barat, pihak Polsek menolak dengan alasan belum di surati oleh Pengadilan.

Sedangkan salah seorang keluarga korban yang juga berfrofesi sebagai Advokat mengatakan, “DPO sudah kita diamankan, pihak Kepolisan tidak mau menahan atau apalah… Yang penting DPO ini jangan sampai bebas berkeliaran atas kesalahan yang pernah dibuatnya, dan juga sudah diputuskan oleh pengadilan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Lalu mau diapakan lah orang ini, yang jelas-jelas telah melakukan tindak melawan Hukum,” tegas keluarga yang tidak ingin namanya disebut.

BACA JUGA..  Langkat Siap Sukseskan Lilin Toba di Liburan Nataru

Lanjutnya, “Harusnya pihak Kepolisian berinisiatif lah, minimal DPO itu berstatus titipan dulu di Polsek setempat, sembari kita selaku keluarga korban berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bukti-bukti berupa surat-surat atau dokumen perkara ada salinannya sama kita dan juga ada di Polsek Mandeha untuk di jadikan landasan, tapi ini Tidak malah di tolah DPO nya,” Imbuhnya.

Dan yang lebih mencurigakan lagi, kenapa tidak ada koordinasi antara pihak Pengadilan Gunungsitoli dengan pihak Polsek Mandehe Kabupaten Nias Barat terkait terbitnya surat DPO Ini terhadap RW alias Ama safi sehingga ada kesimpangsiuran mengenai terbitnya surat keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa jelas Rorogo Gulo alias Ama safi ini menjadi DPO. Namun kenapa tidak terbitkan surat DPO oleh pihak Polsek Mandehe Kabupaten Nias Barat.

BACA JUGA..  Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Poldasu Dirikan 121 Pospam

“Ada apa? …apakah ada ketidak sikronisasi dalam tubuh sesama penegak hukum atau bagaimana?,” pungkasnya dengan penuh tanya.

Hingga berita ini diterbitkan wartawan terus konfirmasi kepada pihak kepolisian dan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli. (gulo)

EPAPER