Tiga Penembak Dantim Intel TNI di Aceh Diringkus, Eksekutor Tukang Pangkas

oleh -196 views
DIAMANKAN: Para pelaku ketika diamankan.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Tiga pelaku penembakan yang mengakibatkan Komandan tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) wilayah Pidie Kapten Abdul Majid (53), meregang nyawa berhasil diciduk.

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Minggu (31/10/2021). Sebagai eksekutor penembak belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang pangkas berinisial F (42).

Senjata yang digunakan F yakni laras panjang SS1-V2. Dan senjata tersebut merupakan milik tersangka berinisial D (43), berprofesi sebagai petani.

Sementara otak dibalik penembakan bermotif perampokan tersebut adalah M (41) wiraswasta. Dia merupakan perencana pertemuan dan kenal dengan korban.

Lanjut Winardy, ketiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda. M ditangkap di Gampong Langgien Sagu, Kecamatan Banda Baru, Pidie Jaya, Minggu, pukul 06.00 WIB.

Sedangkan F ditangkap di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Sagu, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, pada Minggu sekitar pukul 09.30 WIB. Sementara tersangka D ditangkap Minggu sekitar pukul 00.20 WIB di Gampong Tanjung Mali, Kecamatan Sakti, Pidie.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu pucuk senjata beserta amunisi dan uang tunai Rp35 juta.

BACA JUGA..  Wabup Lumajang Sebut Ada 8 Orang Masih Terjebak Erupsi Semeru

Dijelaskan, ketiga tersangka telah merencanakan perampokan dan pembunuhan terhadap korban. M yang telah mengenal korban, mengetahui bahwa biasanya korban membawa sejumlah uang di dalam mobilnya.

Kemudian pada Rabu (27/10/2021) M mengajak AF dan D bertemu di ladang cabai milik D. Di sana AF dan D diajak merampok korban. Setelah bersepakat, rencana tersebut kemudian dijalankan.

Sang eksekutor AF dipersenjatai SS1 V2 yang berasal dari sisa konflik di Aceh. M kemudian mengajak korban bertemu di Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (28/10/2021).

Sebelum bertemu, M menyampaikan kepada pelaku F agar menembak mobil yang ditumpangi korban ketika M keluar dari mobil korban. F yang melihat M sudah keluar dari mobil, kemudian menembak pintu sopir hingga menewaskan korban.

M kemudian masuk ke dalam mobil dan membawa lari uang sebesar Rp 35 juta. Keesokan harinya, tiga bandit ini kembali bertemu di ladang D untuk bagi hasil.

Kepada rekannya, M mengaku uang yang dibawa korban hanya berjumlah Rp5 juta. Uang itu kemudian dibagikan masing-masing untuk F sebesar Rp 1 juta, D Rp 500.000, dan sisanya M.

“Ini murni perampokan, kami sudah dalami. Mereka ingin menguasai uang korban,” ujar Winardy sembari menyebut para pelaku dikenakan Pasal 340 jo Pasal 365 KUHP jo UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Diketahui, korban meninggal dunia karena ditembak di Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, Aceh, Kamis (28/10/2021) sekitar 17.18 WIB.

Saat kejadian, Kapten Abdul Majid yang beralamat di Bathupat Barat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe itu sedang mengemudi Toyota Fortuner warna putih BL 1598 NH, menuju Gampong Lhok Panah.

Saat itu, terdengar letusan senjata api (senpi) satu kali. Kemudian, beberapa saat usai kejadian, melintas saksi bernama Syarwan bersama istrinya dengan mengendarai sepeda motor (sepmor).

Selanjutnya, Syarwan dihentikan oleh seorang teman dari korban yang tidak diketahui identitasnya. Teman korban meminta tolong Syarwan untuk membawa Dantim BAIS Pidie ini yang mengalami luka di bagian perut ke rumah sakit.

Lalu, korban dibawa naik ke sepeda motor Syarwan dan dibawa ke rumah penduduk di Gampong Lhok Panah. Kemudian, korban akhirnya dibawa ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Namun nyawanya tak tertolong.(bbs/ras)

 

EPAPER