World Cleanup Day di Tapsel, Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

oleh -151 views
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu SPt MM, saat menghadiri World Cleanup Day di Tapsel. (amran pohan)

POSMETROMEDAN.com – World Cleanup Day di Tapsel jadikan sampah bernilai ekonomis, adalah sebuah kegiatan untuk memupuknkepedulian terkait sampah. Karena, jika sampah tidak diurus maka akan menjadi masalah serius.

“Untuk itu, seperti beberapa waktu lalu, setelah diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan lahirlah program ‘Sarop Jadi Sere’, atau bank sampah yang membuat suatu desa menjadi bersih. Maka kami dengan senang hati, mendukung kegiatan tersebut,” ungkap Bupati dalam sambutannya di acara World Cleanup Day 2021 di halaman Kantor Camat Angkola Timur, Rabu (22/9) lalu.

Dikatakan, setiap pekannya selalu berupaya menghadiri kegiatan kebersihan desa tersebut. Diharap, kegiatan yang bersifat menjaga kebersihan lingkungan, bisa diikuti atau diadopsi oleh seluruh wilayah di Tapsel. Sebab, program menjaga kebersihan alam sejalan dengan visi misinya menjadi kepala daerah.

“Visi kami adalah Tapsel yang maju, dasarnya sumber daya manusia pembangun. Bagaimana ia membangun kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya alam, secara produktif dan lestari. Masyarakat yang sehat tentunya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian kegiatan yang mengajak masyarakat untuk bersih-bersih, memilah dan memilih sampah sejak dari rumah, memanfaatkan limbah untuk pupuk dan pestisida akan secara tidak langsung menjadikan Tapsel semakin asri,” sebutnya.

BACA JUGA..  Wabup Deliserdang Monitoring Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Beringin

Dikatakan, Tapsel ini kaya akan sumber daya alam, begitu juga panorama yang indah dipandang mata. Jika terpelihara kebersihan, keasriannya maka akan mendatangkan jumlah orang berkunjung, artinya meningkatkan potensi pariwisata dan agrowisata. Semua ini bermuara pada peningkatan perekonomian.

“Jika area wisata di Tapsel jorok dan kotor, tentu akan mengurangi animo kunjungan masyarakat ke Tapanuli Selatan yang kita cintai bersama,” sambungnya seraya mengcapkan terimakasih kepada semua pemangku kepentingan, yang berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan kali ini.

“Harapan kami, bagaimana kegiatan seperti ini, dapat ditularkan ke daerah yang lain di Kabupaten Tapsel. Dan masyarakat diharap sadar agar membuang sampah pada tempatnya,” harapnya.

BACA JUGA..  Pendataan Keluarga di Langkat Dilakukan dengan Metode Sensus

Kabag humas Isnut Siregar menyebut, ebelumnya, berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup pada acara itu, kegiatan world cleanup day itu merupakan tindaklanjut surat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang kemudian direspons dengan surat Bupati Tapsel ke seluruh OPD, Camat, perusahaan, sekolah, maupun masyarakat umum.

“Di mana salah satu kegiatan yang harus dilakukan adalah memilah sampah dari rumah dan membuang pada tempatnya,” sebutnya.

Dikatakan, kegiatan world cleanup day itu sendiri dimulai pada Minggu (12/9) hingga Jumat (24/9) mendatang. Puncak acara world cleanup day di Kabupaten Tapsel dipusatkan di Kecamatan Angkola Timur. Secara garis besar, kegiatan world cleanup day adalah seluruh kecamatan di Tapsel.

Camat Angkola Timur, Ricky Hadamean Siregar, menjabarkan, kegiatan membersihkan sampah itu dimulai dari perbatasan Kota Padangsidimpuan hingga Padang Lawas Utara. Adapun lokasi yang ditargetkan untuk dibersihkan dari sampah yakni, di sejumlah jalan protokol di Angkola Timur yang ditengarai banyak sampah berserakan.

BACA JUGA..  Pemkab dan Kemenag Langkat Peringati Hari Santri Nasional

Camat mengaku miris melihat kondisi itu, karena jika dilihat sebagian orang yang melintas di jalan protokol terlihat sengaja membuang sampah karena ada sampah yang dibungkus menggunakan plastik besar, bahkan ada yang menggunakan karung. Mudah-mudahan, dengan adanya kegiatan world cleanup day, maka akan menimbulkan kesadaran bagi siapapun untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Nanti juga kita akan melaksanakan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak membuang sampah dari kendaraan di pinggir jalan. Di Angkola Timur juga sudah dibuat deklarasi yang isinya siapa saja yang sengaja membuang sampah di pinggir jalan dan tertangkap kamera tersembunyi, maka akan dipajang fotonya di media sosial, Kantor Camat, Koramil, dan Pos Polisi,” terang Camat yang masih muda usia dan enerjik ini mengakhiri. (ran)

EPAPER