POSMETROMEDAN.com – Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dengan inisial AR diculik oleh pengendara sepeda motor lalu ditukar dengan tiga karung beras di warung sembako di Makassar, Sulsel.
Peristiwa itu terjadi di sekitar rumah korban pada Selasa (7/9/2021) kemarin. AR kemudian dibawa pelaku ke warung yang terletak di Kecamatan Rapoccini, Makassar.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando mengatakan anak tersebut dijadikan jaminan transaksi oleh pelaku. Hanya saja, pelaku tak kunjung kembali ke warung untuk membayar uang beras tersebut.
“Sebenarnya yang terjadi, bukanlah kasus penculikan. Melainkan ini kasus penipuan dengan modus menitipkan anak supaya penjual percaya,” kata Lando, Kamis (9/9/2021).
Ia menegaskan peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Biasanya pelaku menghampiri korban dengan iming-iming uang jajan agar ikut. Mereka mencari anak-anak yang tengah bermain.
“Seperti halnya kasus yang pernah terjadi seperti kasus tabung gas, sebenarnya ini bukan kasus penculikan tapi modus saja untuk melakukan penipuan supaya dipercaya oleh pemilik barang,” imbuhnya.
Sebelum dibawa pelaku, AR diiming-imingi uang Rp 15 ribu. Hingga akhirnya ia dibonceng oleh pelaku dibawa ke warung untuk membeli beras. Karena tidak ada uang, korban dititipkan dengan dikenalkan sebagai keponakan pelaku.
“Jadi korban diiming-imingi uang sebesar Rp15 ribu, kemudian diajak ikut. Setelah itu, pelaku singgah mengambil 3 karung beras berkisaran 45 kg. Tapi dia pura-pura tidak bawa dompet. Jadi keponakannya itu dititip nanti akan kembali lagi,” ujarnya.
Karena tak kunjung dijemput pelaku, korban menangis. Curiga dengan aksi bocah itu, pemilik warung kemudian menghubungi polisi. Ternyata, pelaku bukan anggota keluarga korban.
“Anggota cari tahu orang tuanya. Setelah itu, dibawa pulang ke rumahnya,” ujarnya.
Lando berharap, agar orang tua selalu mengawasi anaknya dan pedagang agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenalnya atau modus titip anak.
“Segera dilaporkan jika ada seperti ini atau foto supaya bisa dijadikan petunjuk dalam pengungkapan,” harapnya.(kpr)












