Sidang Sengketa Lahan PLTA Batangtoru, Kuasa Hukum Apresiasi Para Saksi

oleh -181 views

POSMETROMEDAN.com – Akhmad Johari Damanik SH selaku Kuasa Hukum tergugat 5 sampai 11, pada sengketa lahan PLTA Batangtoru menyampaikan, mengambil hal positif dan tetap mengapresiasi dua saksi yang telah memberi keterangannya pada sidang lanjutan, Jumat (20/8).

“Saya mengambil hal positif dari keterangan ke dua saksi yang dihadirkan di persidangan,” ucapnya pada wartawan usai persidangan.

Menurut Johari, polemik tentang benar atau ada tidaknya satu kawasan yang disebut Lobu Sitompul, sebenarnya pernah di coba diselesaikan dan itu diserahkan kepada Keluatan Marancar.  Lahan yang diklaim oleh pihak penggugat itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan lahan Kelompok Tani yang kemudian diganti rugi oleh perusahaan PLTA.

“Saya pikir apa yang terungkap di persidangan merupakan dinamika persidangan, apalagi Majelis Hakim terus mencecar pertanyaan yang lebih mendalam terkait tentang tugas para saksi selaku tim survey, ” terang Akhmad Johari, seraya menyampaikan, pada sidan itu, Hakim juga bertanya tentang tugas saksi apa saja, bahkan Hakim juga menginginkan keterangan, bukan hanya sebatas apa tugas saksi. Tapi apa yang dilakukan saksi.

BACA JUGA..  Tapanuli Selatan Kirim Atlet Lempar Cakram ke PON Papua, Bupati: Selain Bertanding, Kalahkan Ego Sendiri

“Tapi semua itu dapat dijelaskan dan diklarifikasi saksi, bahwa sebagai tim survey, dari tim fasilitasi dan nyatanya saksi tidak hanya sebatas mendata saja, tapi beberapa tahun lalu, saksi juga pernah ikut memediasi Parsadaan Muslim Sitompul dengan pihak Kelompok Tani agar permasalahan bisa selesai, ” imbuhnya.

Pada sidang tersebut, Erwinsyah Lubis salah seorang saksi menyebut, dirinya merupakan anggota Panitia Tim Fasilitasi Pembebasan Tanah untuk proyek Objek Vital Nasional yang meliputi Kecamatan Sipirok, Marancar dan Kecamatan Batangtoru itu.

Saksi menuturkan, tugasnya di lapangan adalah mendata nama nama pemilik tanah yang akan dibebaskan oleh NSHE.

Dan mengaku mengetahui dan menjadi notulen rapat di Pasar Sampurna tanggal 19 Des 2013 lalu. Dimana, inti dari notulen rapat saat itu tidak ada kesepakatan antara Poktan dan Kelompok Sitompul.

Diterangkan, sesuai notulen rapat saat itu, yang keberatan adalah Parsadaan Muslim Sitompul Padangsidimpuan. Dan atas keberatan itu, keputusan Lobu Sitompul dikembalikan ke Raja Luat Marancar.

Saksi juga menerangkan, adapun dasar mereka untuk melakukan pendataan kelapangan, adalah peta yang diberikan oleh NSHE. Setelah Survei dilakukan saksi menerangkan, Lobu Sitompul jauh dari areal PLTA.

BACA JUGA..  Melawan, Pelaku Curanmor Roboh Dibedil Tekab Patumbak  

Sementara itu, saksi lainnya Rossiana Pasaribu menyampaikan, selaku Lurah kelurahan Pasar Sempurna pada saat rapat hingga sekarang mengaku, mengetahui  notulen rapat tanggal 19 Des 2013.
Menurutnya, inti dari notulen rapat itu adalah ada keberatan dari Muslim Sitompul Padangsidimpuan. Saksi menerangkan bahwa tidak tahu tentang punguan Sitompul Sibange-bange Datu Manggiling.

“Hanya mendengar saja,” katanya, sambil mengakui tidak ada pihak Sitompul lain dalam rapat tanggal 19 Desember 2013 itu, selain dari Parsadaan Muslim Sitompul Padangsidimpuan.

Saksi juga menerangkan Agus Samsudin Sitompul selaku Ketua Parsadaan Muslim Sitompul, yang mengatakan dikembalikan ke Raja Luat untuk penentuan Lobu Sitompul.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menutup dan menunda persidangan untuk dilanjutkan minggu depan, Jumat 27 Agustus 2021.

Dimana, pada sidang lanjutan sengketa lahan antara Lobu Sitompul dkk, dengan PT. North Sumatera Hydro Energy (PT. SNHE), yang beragendakan mendengar keterangan saksi dari pihak tergugat kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan.

BACA JUGA..  Perkara Lahan PLTA Batangtoru Dilanjutkan dengan Sidang Lapangan

Sidang perkara perdata No Register 39/PDT.G/2020/PN.PSP, dipimpin Ketua Majelis Hakim  Lucas Sahabat Duha, SH, MH bersama Hasnur Tambunan SH MH dan Rudi Rambe SH MH sebagai anggota Majelis Hakim dan Heri Chandra sebagai Panitera Pengganti.

Sementara pihak tergugat menghadirkan dua orang saksi masing-masing dari Tim Fasilitasi Pembebasan Lahan Erwinsyah Lubis dan dari Pemerintah Kelurahan Rosiana Pasaribu.

Kedua saksi didampingi Penasehat Hukum PT. NSHE Tapsel Rinaldi, SH, dari Kantor Hukum Hasrul Benny Harahap dan Rekan diwakili Akhmad Johari Damanik SH selaku Kuasa Hukum Kelompok Tani atau tergugat 5 sampai 11, Ragil Muhammad Siregar, SH selaku Kuasa Hukum tergugat 1, Ahmad Aswin Diapari Lubis, SH selaku Kuasa Hukum tergugat 12 dan 13 dan Syamsir Alam Nasution, SH selaku Kuasa Hukum tergugat 2 dan 3.

Sedangkan pihak penggugat menghadirkan Tim Hukum Parsadaan Raja Toga Sitompul se Indonesia Rumbi Sitompul SH, diwakili anggota Tim Kuasa Hukum Penggugat, Hendri Pinayungan Sitompul SH dkk. (ran)

EPAPER