POSMETROMEDAN.com – Sepuluh pria bertopeng melakukan tindakan biadap terhadap seorang bocah berusia 10 tahun. Korban diculik lalu disodomi bergiliran di mobil pickap.
Tidak hanya itu, dibawah ancaman pisau, para pelaku juga memaksa bocah berinisial RAP tersebut melakukan oral. Atas perbuatan tersebut, bocah bertubuh gemuk ini muntah-muntah, bahkan sampai tidak makan 2 hari karena jijik mengingat apa yang dialaminya (oral).
Secara mental, RAP juga mengalami trauma berat. Dia tidak berani lagi keluar rumah dan selalu ketakutan saat melihat mobil pikap.
Kondisi ini diungkap PA, ibu korban ketika ditemui wartawan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021).
“Padahal sebelumnya dia selalu ke masjid untuk sholat. Tapi setelah kejadian itu dia tak berani keluar rumah sendiri,” ucap wanita yang kesehariannya bekerja sebagai sopir online itu, tak kuasa membendung air matanya sembari memandang putranya (korban).
Lanjut PA, dia mengetahui kejadian mengenaskan itu sehari setelah peristiwa. Ketika itu dirinya curiga melihat kondisi RAP yang murung dan mata bengkak serta meringis saat berjalan.
“Kejadiannya hari Senin. Malam Selasanya itu baru dia (korban) mulai cerita pada saya. Saya bertanya, RAP kamu kok murung gitu. Mata kamu bengkak kayak baru nangis,” tanya PA pada putranya.
Lalu, putranya pun mulai bercerita sambil ketakutan.
“Terus dia bilang, bunda saya takut di sini. Takut kenapa,” tanya PA lagi.
“Aku diancam kalau kasih tau bunda. Nanti katanya bunda dibunuh,” tutur si anak.
“Dibunuh sama siapa?” tanya PA penasaran.
“Ada orang yang mau bunuh bunda,” sebut RAP kepadanya.
“Tapi, kalau enggak RAP ceritakan yang sebenarnya, RAP juga akan diginikan setiap hari,” cerita PA.
“Emang RAP dijadikan apa, coba RAP cerita sama bunda,” bujuk PA.
“Sakit,” kata RAP.
“Sakit apa emang,” kata PA.
“Orang itu semua jahat. Tapi bunda janji, jangan tinggali RAP dulu,” timpal RAP.
“Iya, bunda enggak tinggalin RAP lagi janji,” jawab PA coba menenangkan putranya.
Setelah berusaha keras meyakinkan, akhirya RAP menceritakan apa yang dialaminya kepada sang ibu. Bahkan korban mengaku mengenal dua orang pelaku.
Identitas kedua pelaku dimaksud telah diberitahukan kepada penyidik. Karenannya, PA berharap polisi segera memproses dan menangkap para pelaku.
“Saya sudah buat laporan ke Polrestabes Medan, nomor laporannya, STTLP/N/1675/YAN/,2.5/ K/VIII/2021/SPKT Restabes Medan,” ucap PA.
Menambahi, Irwansyah Nasution selaku penasehat hukum korban meminta agar pihak Satreskrim Polrestabes Medan untuk segera memproses laporan klienya dan secepat mungkin menangkap para pelaku.
“Kami menduga ini dilakukan oleh para predator anak. Kejadian ini seperti ada modus penculikan, kenapa saya katakan begitu karena pada saat kejadian korban dengan paksa naik ke atas pickup. Kami juga nanti akan menggandeng Komnas Anak untuk mengawal kasus ini,” pungkas pria yang sering disapa Ibey ini.
Masih pada kesempatan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate, RAP membenarkan dirinya diculik lalu disodomi di dalam pickup secara bergantian oleh kawanan pelaku.
Diceritakannya, saat itu dia hendak ke grosir dekat rumahnya di Jalan Selamat, Medan Denai. Belum tiba di grosir, ia dipepet mobil pikap dan sempat mengelak.
“Waktu itu kan, mau ke Grosir jalan kaki. Jadi, minta dikawani kawan-kawan tapi enggak ada yang mau. Ya udah, aku aja lah pergi. Sebelum sampe ke grosir itu, datang mobil pickup. Aku minggir. Tiba-tiba aku ditangkap trus digeret ke mobil (pikap),” ujar RAP.
Setelah dirinya dinaikkan, mobil langsung melaju. Sejurus kemudian para pelaku mempeloroti celana korban untuk melancarkan aksi sodomi.
Dalam aksi, para pelaku bergantian melakukan sodomi. Bahkan mengamcam bunuh RAP bila menolak oral.
“Pickupnya langsung jalan. Gelap disitu, ada senter. Celanaku dibuka paksa, tapi aku enggak mau. Habis itu, kelamin orang itu dimasukkan ke mulutku,” beber RAP dengan polos.
“Enggak mau aku. Nampak pisau, takulah aku. Nurutlah aku, takut aku mati,” sambungnya.
RAP selain diancam bunuh pakai pisau, bahkan disulut pakai api rokok pada kaki sebelah kirinya. Akibat sodomi dan oral tersebut, RAP muntah-muntah dan mengalami pedih pada lubang dubur.
“Muntah-muntahlah aku dalam pikap itu,” ketus RAP.
Diketahui, RAP diculik dan dicabuli di kawasan Medan Amplas, pada Senin (23/8/2021) lalu. Aksi pencabulan itu bahkan sempat direkam salah seorang pelaku.
Korban tak berani teriak karena diancam pakai pisau.
Setelah dicabuli, korban diantarkan kembali ke tempat awal diculik. Korban sempat disulut rokok dan kemudian ditendang turun dari mobil pikap tersebut.
Kasus ini dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.
Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian ini.(bbs/ras)












