3 Tahun Digantung Pemkab Karo, Nasib 892 KK Pengungsi Sinabung Masih Suram

oleh -388 views
Juspri M Nadeak, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Karo. (Marko)

POSMETROMEDAN.com – Sebanyak 892 Kepala Keluarga (KK) pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, seperti di Desa Sukanalu, Desa Sigarang-garang, Dusun Lau Kawar dan Desa Mardingding, hingga saat ini nasib mereka belum jelas.

Pasalnya, Lahan Usaha Tani ( LUT)  yang bersumber dari dana hibah RR tahun 2018, dimana masa pemanfaatannya berakhir tanggal 27 Juli 2021 lalu, hingga saat ini belum mereka rasakan realisasinya. Selama 3 tahun nasib mereka masih saja suram, akibat ketidakbecusan Pemkab Karo.

Diketahui Lahan Usaha Tani (LUT) yang akan dibagikan bagi warga pengungsi Sinabung tahap III, masing- masing seluas 5000 meter per satu KK atau +-480 ,11 ha sesuai kebutuhan lahan 1.022 petak.
“Nasib kami pengungsi erupsi gunung sinabung tahap ke III ini belum jelas kapan selesainya dan kapan bisa menerima lahan usaha tani, yang dijanjikan pemerintah seluas 5000 meter per KK. Kami rasa penyediaan LUT sangat lambat bahkan terkesan terabaikan hingga 3 tahun lamanya tak selesai- selesai. Padahal ijin pemanpaatan lahan tersebut sudah keluar SK nya dari Kementrian Kehutanan dan tinggal pelaksanaan realisasi di lapangan saja,” kata salah seorang pengungsi yang mengaku sebutan dirinya Iting, Senin ( 9/8/2021) di halaman Kantor DPRD Jalan Veteran Kabanjahe.

BACA JUGA..  Aktor Perampokan Toko Emas Sp.Limun Bukan 4 Tapi 5 Orang

Dikatakannya lagi, rumah yang mereka terima belum sepenuhnya ditempati, karena mereka masih menunggu LUT untuk bercocok tanam sebagai penopang hidup tinggal ditempat baru di Siosar, yang jauh dari bahaya erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung selesai.

Hal senada disampaikan Riani Br Tarigan, warga Desa Sukanalu. Selain LUT, sewa rumah mereka juga belum dibayar mulai bulan Januari sampai Agustus 2021. Harusnya telah mereka terima pada Oktober 2020 lalu, sebesar Rp. 6.400.000 sewa rumah dan lahan Pertanian

BACA JUGA..  3 dari 4 Pelaku Pembakaran Mobil Polisi Diringkus

“Apabila hal ini terus menerus tak ada solusi kami meminta kembali dibuka posko pengungsian atau bila tahun ini tak terselesaikan, serahkan kepada kami dana  RR biar kami yang mengelola ,” ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Karo, Juspri M Nadeak  mengatakan, Lahan Usaha Tani yang jumlahnya 480 Ha, sesuai kebutuhan bagi 892 kepala keluarga belum sepenuhnya terpenuhi.

BACA JUGA..  Gebrakan Wali Kota Medan Atasi Pemasalahan Sampah

“Kami telah menyarankan agar sebagian dulu yang naik keatas, tapi mereka meminta sekaligus saja, takut mereka yang belakangan tidak mendapat LUT lagi,” ujarnya, sambil mengatakan sedang rapat masalah pengungsi di DPRD.

Selanjutnya Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan di ruang kerjanya , Senin ( 9/8/ 2021) mengatakan, masalah LUT pengungsi yang jumlahnya 892 kepala keluarga sesegera mungkin akan dirapatkan untuk mencari solusi jalan terbaik buat masyarakat.

“Sesuai jadwal hari ini kami akan adakan rapat untuk mencari jalan keluar dan solusi permasalahan LUT bagi pengungsi sinabung tahab III,” katanya. (mrk)

EPAPER