Anggota DPRD Sumut Dimas Tri Adji Sosialisasi Perda, Ini Isinya

oleh -146 views
SOSIALISASI: Dimas Tria Adji S.I.Kom anggota DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem menggelar sosialiasi Perda, di Aula Pantai Kuala Putri, Senin (31/5/2021).(SURYA HASIBUAN/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.comDimas Tri Adji S.I.Kom anggota DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2019 tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

Sosialiasi ini dihadiri oleh narasumber Samsidar Barus dan Ardiansyah yang diikuti oleh masyarakat Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, di Aula Pantai Kuala Putri Kecamatan Pantai Cermin, Senin (31/5/2021)

Dalam kesempatan itu, Dimas Tri Adji mengatakan, tujuan sosialisasi perda ini untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan agar masyarakat bisa mengetahui apa saja yang masuk dalam kategori kekerasan.

BACA JUGA..  Berharap Masuk Nominasi Kalpataru, LPHD Pasar Rawa Minta Dukungan

“Perda ini pun sudah berlaku sejak ditanggalkan pada sidang paripurna DPRD Sumut,” kata Dimas Tri Adji.

Menurut Dimas, adapun pemicu terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak ada beberapa faktor.

Seperti faktor ekonomi dan pengaruh teknologi informasi (Medsos) inilah yang menjadi pemicu tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

“Pemicunya faktor ekonomi dan pengaruh teknologi informasi,” bebernya.

BACA JUGA..  Dewan Sumut Kunjungi Langkat Guna Selaraskan Pembangunan

Dimas Tri Adji politisi muda Partai Nasdem ini menyebutkan perda ini sangat penting di Provinsi Sumut.

Karena dari data 3,3 juta kepala rumah tangga yang ada di Sumut, 694 ribu kepala rumah tangga itu adalah perempuan.

“Dari data 694 ribu ini perempuan yang menjadi tulang punggung kepala rumah tangga,” sebutnya.

Ketua Komisi E DPRD Sumut ini pun menghimbau kepada seluruh masyarakat, jangan sampai terjadi kekerasan perempuan dan anak terjadi disekitar lingkungan kita.

BACA JUGA..  Rakor Penanganan Konflik Digelar Pemkab Langkat

Dia mencontohkan, seperti sekarang ini sudah terjadi kekerasan ekonomi, dengan melibatkan anak bekerja diusia dini.

“Jadi para orang tua harus hati-hati dalam mempekerjakan anak. Sekarang ini sudah banyak ditemui anak bekerja diusia dini,” cetus Dimas.

Dengan mempekerjakan anak usia dini jangan sampai melanggar aturan, karena ini bisa masuk kategori kekerasan pada anak atau eksploitasi, pungkasnya.(sur)

 

 

EPAPER