Silaturahmi Ramadhan ala Syahrul Pasaribu, ‘Semoga Pembangunan Menjadi Ladang Amal’

oleh -128 views
H Syahrul M Pasaribu SH saat berkunjung Mesjid Raya Nurul Iman, Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah pada kegiatan Silaturahmi Ramadhan. (Amran Pohan)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Masyarakat Kecamatan Aek Bilah mengakui bahwa kepemimpinan H Syahrul M Pasaribu selama 2 periode di Tapsel, telah melakukan program pembangunan dengan baik. Mantan anggota DPRD Provinsi itu, telah meletakkan program pembangunan itu secara fundamental. Dan diharapkan, kepemimpinan saat ini mampu melanjutkan dalam mewujudkan masyarakat Tapsel yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera.

“Kita akui, H Syahrul M Pasaribu telah melaksanakan program pembangunan, khususnya di Aek Bilah ini secara fundamen. Dan mudah-mudahan, menjadi ladang amal baginya dan senantiasa sehat selalu,” ungkap Hasan Basri Pangaribuan, saat memberi sambutan pada Silaturahmi Ramadhan H Syahrul M Pasaribu, di Mesjid Raya Nurul Iman, Biru, Minggu (25/4) lalu.

Pada kesempatan itu, atas nama masyarakat Hasan Basri mengaku bangga, terharu sekaligus tak menyangka atas kehadiran mantan orang nomor satu di Tapsel itu, mengunjungi mereka di Kecamatan terjauh di Tapsel ini.

“Selamat datang, ternyata masih memberi waktu untuk mengunjungi kami di kecamatan terjauh ini. Tentunya ada rasa bangga dan haru serta tak menyangka kehadiran bapak disini. Walau sudah tak Bupati lagi, ternyata perhatian dan kepedulian bapak masih tinggi pada kami.

Bagi mereka, sosok Syahrul Pasaribu adalah pahlawan pembangunan. Karena selama Bupati, telah menerapkan sejumlah program pembangunannya diwilayah itu, seperti pembangunan jalan kabupaten dengan hotmix, dari simpang Tolang sampai Kantor Camat di Biru sekitar tiga tahun lalu. Sehingga kalau ke Sipagimbar dan ke Padangsidimpuan sudah mudah dijangkau.

BACA JUGA..  DPD BAPERA Deliserdang Berbagi Berkah Ramadhan, Kiki Sembiring: Kita Harus Peduli

“Dan saat ini  daerah kami tidak lagi di sebut daerah  terpencil tetapi daerah terjauh, demikian juga upaya Pak Syahrul membuka dan membangun jalan yang sebagiannya sudah dirabat beton termasuk membangun jembatan antara Silangkitang dengan Sihulambu walaupun belum tuntas secara keseluruhan, tetapi itupun sangat membantu kami. Mudah mudahan bapak diberi umur berkah dan kesehatan, agar silaturahmi diantara kita terus terjalin, serta Pemimpin sekarang dapat melanjutkannya” ungkapnya.

Hal serupa juga diutarakan tokoh masyarakat Kecamatan Aek Bilah, M Rawi Ritonga. Anggota DPRD Tapsel ini menyebut, tentunya masyarakat sangat kaget dengan kehadiran H Syahrul M Pasaribu ditengah masyarakat Aek Bilah. Karena, setelah tak Bupati lagi, masyarakat beranggapan tak akan pernah akan hadir lagi bersama mereka.

“Ternyata kehadarian abanganda sangat berarti bagi masyarakat,” ucapnya.

Bicara tentang program pembangunan, Rawi juga mengakui, selama 10 tahun terakhir, dibawah kepemimpinan H Syahrul M Pasaribu telah banyak merubah suasana  serta membuka keterisoliran di Aek Bilah. Walau tak seluruhnya mampu memberi rasa puas pada warga. Akan tetapi, fundamen pembangunan itu sendiri telah diletakkan dengan tepat dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Harus diakui, jika mudur ke 2009 dan 2010 lalu, kondisi jalan dari Biru ke Sipagimbar sangat sulit. Banyak warga Biru yang harus menginap di di Sipagimbar saat poken (pasar). Secara perlahan, pada 2012 mulai disentuh dan terus hampir setiap tahun hingga kondisi yang ada saat ini. Alahamdulillah, saya pastikan semua sudah bisa bolak balik dalam hitungan jam,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Bahan Pangan Aman Sampai Lebaran 1442 Hijriah

Walaupun sambungnya, membangun ruas jalan provinsi itu dipastikan bukan bersumber dari dana APBD Tapsel. Akan tetapi, program itu tentu tak mendarat begitu saja. Akan tetapi, semua itu berkat kelihaian Kepala Daerah dalam memperjuangkannya dengan komunikasi  dan pendekatan melalui jaringan yang ada di pemerintah atasan. Termasuk terobosan Syahrul dalam membuka jalan dan membangun jembatan Hutabaru-Aek Urat.

“Hal ini sangat membantu kehidupan masyarakat, walaupun kedepan masih perlu ditingkatkan. Pola membangunan secara sinerjitas, baik dengan pemerintah atasan dan juga dengan warga setempat tentu efektif dalam meningkatkan kwantitas dan juga kwalitas pembangunan daerah dalam mewujudkan Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera,” sebutnya, seraya menyampaikan atas nama masyarakat Aek Bilah mengucapkan terima kasih kepada H Syahrul M Pasaribu atas kehadiran dan juga program pembangunannya selama ini.

Pada Silaturahmi Ramadhan itu, H Syahrul M Pasaribu menyebut, silaturahmi yang baik harus terus dipelihara diantara sesama. Tentu itu sangat sesuai dengan anjuran agama, agar setiap umat harus merajut dan memelihara silaturahmi diantara sesamanya.

BACA JUGA..  Pekerja di Tanah Karo Masih Minim Terdaftar di BPJS Ketenaga Kerjaan

“Sampai saat saya ini daerah yang mengantarkan saya periode kedua dan ketiga di DPRD Sumut, kegiatan silaturrahim dan silaturahmi seperti ini, selalu saya lakoni di Siantar dan Simalungun. Begitu pula ketika saya diberi amanah memimpin Tapsel 2 periode. Melalui Safari Ramadhan, Isra’ Mikraj, Maulid dan juga Safari Muharram, silaturahmi terus kita jalin antara umaro, ulama dan masyarakatnya sebagai bagian dari mensukseskan pembangunan daerah,” terangnya seraya menegaskan, silaturahmi merupakan suatu kebutuhannya dan juga salah satu kekuatan dalam menuju kemajuan.

Terkait hasil pembangunan, Syahrul menyampaikan, biarlah tanah dan masyarakat yang menjadi saksi, tentang pembangunan yang telah dilakukan.

“Saya meminta, bantulah kalian rawat dan jaga, apa yang telah kita bangun selama ini,” ucapnya.

Pada pertemuan itu, H Syahrul M Pasaribu menyantuni 16 anak yatim dan menyerahkan zakat harta Rp 15 juta diterima najir Mesjid Raya Nurul Iman, Biru, Kecamatan Aek Bilah.

“Kami akan pergunakan uang ini untuk keperluan membuat kubah dan menara menjid ini. Terima kasih kepada bapak H Syahrul M Pasaribu yang masih berkesempatan mengunjungi dan bersilaturahmi serta terus peduli dengan kami,” ungkap   Porman Ritonga, Subugianto Simanjuntak dan Abdul Rahman Rambe selaku najir mesjid. (ran)

EPAPER