Langgar UKL-UPL dan Tidak Miliki IMB, PT Eka Boga Inti Dirobohkan

oleh -1.159 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Medan berkolaborasi bersama Satpol PP dan Dinas PKP2R merobohkan bangunan PT Eka Boga Inti. Sebab, perusahaan tersebut juga tidak memiliki memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Hal ini diakui Kepala Dinas (Kadis) LH Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis. “Kita dipanggil untuk menyaksikan perusahaan yang bergerak di bidang restoran cepat saji Jepang dirobohkan. Selain melanggar PP No.22 Tahun 2021 Pasal 4, perusahaan tersebut tidak ada memiliki IMB nya,” ucap Syarif singkat, Rabu (28/4).

BACA JUGA..  Aulia Salurkan 300 Paket Sembako Kepada Pertuni Medan

Terpisah, Kepala Dinas PKP2R Kota Medan, Benny Iskandar menegaskan jika perusahaan itu memang tidak mengantongi IMB.

“Kita sudah kordinasi dengan Satpol PP Kota Medan dan Dinas LH Kota Medan. Penindakan itu langsung ditangani Satpol PP Medan untuk merobohkan bangunannya,” bebernya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Medan menyebutkan, pihaknya melaksanakan pembongkaran bangunan tersebut berdasarkan surat yang dilayangkan Dinas PKP2R.

BACA JUGA..  Sosialisasikan Perda HIV dan AIDS, Butong Ajak Warga Jauhi Pergaulan Bebas

”Berdasarkan surat itu, kami merobohkan bangunannya. Sebab, bangunannya tidak ada memiliki IMB,” tandasnya.

Sebelumnya, Dinas LH Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Eka Boga Inti Jalan Ringroad, Senin (26/4). Dalam sidak tersebut, instansi terkait menyegel perusahaan lantaran tidak memiliki doken lingkungan (UKL UPL, Amdal atau SPPL).

“Kita terpaksa melakukan penyegelan sementara. Karena perusahaan itu melanggar PP NO 22 tahun 2021 pasal 4,” terang Syarif.

BACA JUGA..  Hari Terakhir Razia, Tim Pemantau & Pencegahan Asmara Subuh Bagikan Masker 

Satu sisi, pria yang akrab disapa Bob menuturkan,  perusahaan tersebut bisa beroperasi kembali jika sudah memiliki dokumen UKL UPL.

”Selama mereka (PT Eka Boga Inti) belum bisa mengurus dokumen, kita tidak bisa memberikan izin operasionalnya. Jika sudah diurus, barulah segel yang dipasang di copot dan perusahaan tersebut dapat beroperasi kembali,” tandas Bob. (ali)

EPAPER