Vaksin Warga Tebingtinggi Menunggu Regulasi Dinkes Sumut

oleh -1.378 views
BERSAMA : ASN Dinas Kominfo Tebingtinggi diabadikan bersama Nakes usai suntik vaksin, beberapa waktu lalu.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Hingg hari ini Pemerintah Kota Tebingtinggi masih melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi penerima prioritas pertama. Vaksinasi di Kota Tebingtinggi terus berlanjut guna mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Vaksin tersebut telah kita gunakan kepada prioritas penerima pertama terdiri dari, Tenaga Kesehatan, Forkompimda, Aparatur Sipil Negara, TNI, POLRI dan Pelayan Publik,” ujar Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr H Nanang Fitra Aulia melalui Kepala Bidang Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P) dr Henny Sri Hartati, Senin (22/3/2021).

“Hingga hari ini Kota Tebingtinggi telah menerima 5.400 dosis vaksin,” sambungnya.

Dijelaskan dr Henny, siapa saja warga yang berhak menerima vaksin, kapan dilaksanakan dan jumlah warga penerima vaksin. Semuanya menunggu regulasi dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA..  Urus dan Perpanjangan SIM Bisa dari Smartphone

“Nanti akan dijelaskan tentang persyaratan dan jumlah bagi warga penerima vaksin. Mungkin nanti ada aturan umur bagi warga penerima,” jelas dr Henny.

Menurut dr Henny, hingga saat ini program vaksinasi di Kota Tebingtinggi berjalan dengan baik. Pelaksanaan vaksinasi sudah memasuki tahap kedua penyuntikan.

Sesuai dengan aturan, penerima vaksin harus disuntik sebanyak dua kali. Selama program vaksinasi dilaksanakan di Tebingtinggi, sudah 1.977 orang telah menerima suntikan Vaksin Sinovac.

“Vaksinasi bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok, melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Untuk itu mari kita bersama-sama mensukseskan vaksinasi, aman dan halal,” tutup dr Henny Sri Hartati.

BACA JUGA..  Tekan Covid-19 Selama Ramadan dan Idulfitri, Edy Rahmayadi Keluarkan Surat Edaran Tentang Pembatasan Kegiatan

Sebelumnya, soal sekolah tatap muka yang akan digelar Juni mendatang, Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi mengaku akan patuh kepada pemerintah pusat dan provinsi.

“Kita akan patuh kepada pemerintah atasan, apa kata pemerintah atasan termasuk pemerintah provinsi akan kita ikuti,” ujar Wali Kota usai kegiatan Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di Kantor BNNK setempat, belum lama ini.

Menurut Wali Kota, pendidikan ini sifatnya terintegral mulai dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Banyak daerah yang sudah membuka Pembelajaran Tatap Muka dan pada akhirnya menutup kembali karena ternyata terdampak.

“Untuk itu kita menyatakan guru-guru yang bertugas divaksin terlebih dahulu. Kita sudah membuat surat kepada Pemerintah Provinsi agar kiranya prioritas untuk guru itu diutamakan termasuk untuk lansia,” ujar Wali Kota.

BACA JUGA..  Kapoldasu Minta Jurnalis Muda Poldasu Tetap Eksis, Gibson Simanjuntak: Kita Siap!

Wali Kota berharap kita bisa mempersiapkan Kota Tebingtinggi untuk tahapan menuju pembelajaran tatap muka.

“Insyaallah sesuai apa yang disampaikan Bapak Presiden, pada bulan Juli mudah-mudahan pembelajaran tatap muka itu sudah bisa dilakukan,” ujarnya.

Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebingtinggi melaporkan, perkembangan Covid-19 di Kota Tebingtinggi terhitung hingga Senin (22/3/2021), pasien positif Covid-19 berjumlah 22 kasus, sembuh 353 orang dan jumlah meninggal selama penyebaran pandemi 18 orang.

Pemerintah setempat memalui Satgas Covid-19 terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi. Imbauan dan sosialisasi gencar dilakukan Satgas Covid baik melalui Operasi Yustisi Petugas 3 Pilar.(mag-1)

 

 

EPAPER