Kontrak Habis Tahun 2023, Merdeka Walk akan Direlokasi 

oleh -115 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak akan langsung merelokasi Merdeka Walk. Begitu kontrak habis, pusat kuliner yang ada di Lapangan Merdeka tersebut akan direlokasi ke areal Werenhuis.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Penataan Ruang (PKP2R) Medan, Benny Iskandar menjelaskan, pihaknya akan menghargai kontrak yang sudah ada antara Pemko Medan dan pengelola Merdeka Walk.

Meski begitu, Dinas PKP2R diakuinya sudah memiliki design akan dijadikan apa areal Merdeka Walk setelah habis kontraknya.

“Merdeka Walk ada rencana direlokasi ke areal Warenhuis, itu rencana persiapan, sudah ada designnya, tapi setelah habis kontrak, kami menghargai kontraknya. Karena ada putusan pengalidan tentang itu,” ujar Benny, Rabu (17/3).

BACA JUGA..  Bobby Nasution Minta Tiap Camat Punya Target Kerja 

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Merdeka Walk yang ada di Lapangan Merdeka, khususnya dalam penataan kawasan kota tua atau heritage. Menantu Presiden Jokowi itu menyebut ada pro kontra di masyarakat.

“Di lapangan Merdeka, di sana ada pro kontra. Ada foodcourt ada beberapa tenant disana,” ujar Bobby.

Akibat pro kontra itu, muncul wacana untuk merelokasi pusat kuliner di Lapangan Merdeka ke gedung Warenhuis yang juga supermarket pertama di Kota Medan.

“Bisa saja mungkin salah satu tempat alternatif tempatnya tenant itu bisa berkolaborasi dengan UMKM kita taruh di sini (Warenhuis), tanpa mengubah bentuk bangunan lama. Bisa jadi tempat makan selfie-selfie, itu yang kita ingin kembangkan,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Gawat! Sewa Ruko Rp 60 Juta, Masuk Kas Daerah Cuma Rp 1 Juta

Dalam menata gedung Warenhuis diakuinya ada kendala kepemilikan gedung. Di mana, ada masyarakat yang mengklaim bangunan tersebut sebagai miliknya. Padahal, Pemko Medan sudah memiliki sertifikat hak pakai.

“Ini masalah bukan hanya ada uang, ada bahan bangunan kita bangun, bukan. Kita sama masyarakat Medan sosialisasi, kita bersama masyarakat Medan menjaga kawasan heritage, bukan untuk apa-apa. Tapi ingin mengembalikan nilai heritage biar ada nilai tambah manfaatnya untuk warga Medan. (Warenhuis) sudah hak pakai sama kita, apapun itu kita kolaborasi lah,” jelasnya.

BACA JUGA..  Perubahan Desain Bangunan Kawasan Cagar Budaya Heritage Sudah Disetujui

Bobby juga mempertanyakan tujuan masyarakat yang mengaku sebagai ahli waris mengklaim kepemilikan Warenhuis.

“Yang mengklaim punya seseorang mau diapakan, kalau diklaim tidak dibuat apa, kami Pemko Medan sebagai pemilik kawasan bisa menegur,” tutur dia.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang paling getol bersuara untuk mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka Medan menjadi kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Kontrak PT Orange selaku pengelola Merdeka Walk dengan Pemko Medan akan berakhir pada 2023 mendatang. (ali)

EPAPER