BST Tahap 10 Disalurkan, Wali Kota Tebingtinggi: Haram untuk Beli Tuak

oleh -170 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Bantuan Sosial Tunai (BLT) tahap 10 resmi disalurkan di Kota Tebingtinggi di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka, Minggu (10/1/2021).

Sebanyak 7.730 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 5 kecamatan bakal menerima bantuan uang tunai senilai Rp 300 ribu perbulan selama 4 bulan kedepan.

Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM mengatakan, sebesar apapun bantuan itu harus disyukurinya.

“Bantuan itu diberikan pemerintah karena saat sekarang ini kita masih mengalami pandemi COVID-19,” tutur wali kota saat menghadiri penyaluran perdana, Minggu (10/1/2021).

Kata wali kota, sampai saat ini belum diketahui kapan pandemi ini berakhir. Maka pemerintah menganggap perlu untuk tetap melanjutkan pemberian Bantuan Sosial Tunai.

“Kami juga mengingatkan kepada Bapak Ibu jika ada yang ekonominya sudah baik, BST ini tidak usah diambil. Silahkan saja diserahkan kepada Kantor Pos untuk dapat diserahkan kepada orang lain yang lebih berhak,” imbau wali kota.

BACA JUGA..  Warga Tebingtinggi Diwarning! Ini Imbauan Pemko untuk Rayakan Idul Fitri 1442 H

Karena menurut wali kota, dalam pandemi COVID-19 ini ada juga bisnis orang yang lancar. Antara lain, jual bunga, jual ikan cupang, jual sepeda dan jual masker.

Wali kota juga menyampaikan bahwa ada perintah Presiden yang menyatakan ‘haram’ hukumnya uang ini dibelikan rokok. Hal ini jelas disampaikan dan Pemerintah Daerah menyampaikan hal ini kepada penerima bantuan.

“Sedangkan rokok haram, apalagi dibuat minum tuak, lebih haram lagi. Ini diberikan untuk menambah biaya sembako kita, karena kita dianggap kesulitan membeli sembako dalam situasi pandemi,” tegas Walikota.

Wali kota juga berharap, agar masyarakat selalu memakai masker. Bukan hanya saat menerima bantuan saja mengenakan masker.

BACA JUGA..  DPD BAPERA Deliserdang Berbagi Berkah Ramadhan, Kiki Sembiring: Kita Harus Peduli

“Disiplin memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta rajin mencuci tangan merupakan prilaku baru dimasa pandemi COVID-19,” tegasnya.

Terkait vaksin, wali kota menjelaskan bahwa vaksin tersebut datangnya bertahap. Diprediksi dalam 1 tahun baru selesai warga Kota Tebingtinggi divaksin.

Untuk penerima vaksin tahap pertama diutamakan untuk tenaga kesehatan, TNI/Polri dan pejabat yang berhubungan langsung dengan publik.

“Oleh karena itu mari kita terus menjaga kesehatan kita dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari,” ajak wali kota.

Wali kota melaporkan adanya kenaikan kasus positif COVID-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru kemarin. Semula hanya 7 kasus, kini sudah bertambah menjadi 29 kasus.

“Ini terjadi karena pelaku perjalanan, semakin banyak warga yang melakukan perjalanan, tidak menjaga kesehatan, maka semakin mudah orang terpapar Covid,” sebut wali kota.

BACA JUGA..  Bahan Pangan Aman Sampai Lebaran 1442 Hijriah

“Pulang kerumahnya, dia menularkan virus kepada keluarganya. Makanya kalau ada anggota keluarga yang pulang atau datang dari daerah lain harus diiolasi dulu dan diperiksa kesehatannya agar tidak menulari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Jaringan dan Layanan Keuangan Kantor Regional 1 PT Pos Indonesia Selo Edi melaporkan, untuk Kota Tebingtinggi akan dibayarkan sebanyak 7.730 KPM untuk 5 kecamatan.

“Hari ini sebagai penerima perdana akan diserahkan kepada Kecamatan Bajenis sebanyak 1.813 KPM,” sebut Selo.

Atas nama Perusahaan Pos Indonesia, Selo mengucapkan terimakasih atas kerjasama pihak Muspika dan Pemerintah Kota untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Kepada pihak penerima selaku KPM kami mohon tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19 yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” harap Selo.(bbs)

EPAPER