MANDIRI SYARIAH

Mulia Nasution Wacanakan Lingkungan Bebas Asap Rokok

oleh -76 views

POSMETROMEDAN.com – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra Mulia Syahputra Nasution, mendesak Pemko Medan agar menerbitkan peraturan Wali Kota (perwal) yang mengacu pada Perda Kota Medan Nomor 3/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Keberadaan perda tanpa perwal, akan timpang dalam pelaksanaannya di lapangan.

Dikatakan Mulia, Perda KTR ini masih sebahagian besar dilaksanakan di tempat-tempat khusus seperti lembaga pendidikan, institusi kesehatan, mal-mal dan perkantoran. Namun secara general, perda ini masih belum bisa diaplikasikan. Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak mendukung perda tersebut sebab menyangkut kesehatan bersama.

“Ini lah yang akan kita dorong, agar cakupan kawasan bebas asap rokok bisa semakin luas lagi dan masyarakat Kota Medan semakin sehat,” katanya di hadapan ratusan konstituen yang hadir pada kegiatan sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 3/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Jalan Karya Kasih Kompleks Grand Sweet Kelurahan Pangkalan Masyur Kecamatan Medan Johor, Minggu (20/12) sore.

BACA JUGA..  Sisa Masa Jabatan 2016-2021, DPRD Medan Usulkan Akhyar jadi Wali Kota 

Lebih lanjut dijelaskan Mulia, selaku perokok aktif dirinya sangat mendukung diberlakukannya sanksi berat kepada para pelanggar perda. Sebab, denda yang tertera dalam perda yakni Rp50.000 terlalu rendah. Jika dikonfersikan, hanya sebatas 2 bungkus rokok.

“Tapi yang paling penting adalah, bagaimana kita petakan dulu luasan wilayah mana saja yang akan kita dorong bebas asap rokoknya. Selanjutnya saya juga akan coba berkoordinasi dengan pihak kecamatan, untuk membuat sebuah wadah atau tempat di tiap lingkungan yang boleh merokok. Jadi kita jangan hanya memberikan sanksi, tapi ada solusi bagi mereka perokok aktif,” ujarnya.

BACA JUGA..  Seluruh OPD Diminta Selesaikan LK dengan Baik, Lengkap & Komprehensif

Sebelumnya, warga Kecamatan Medan Johor Efri Mantoro, sangat mendukung hadirnya Perwal KTR ini. Sebab, dirinya pernah manjadi korban dari asap rokok selama berada di lingkungan kerja. “Bila perlu, dendanya diperbesar agar ada efek jera bagi pelanggar,” tegasnya.

Senada dengan Efri, warga Medan Johor lainnya Ishak Hasibuan, menyarankan agar anggota dewan mensosialisasikan Perda KTR dalam sebuah iklan berjalan di baju kaos. Menurutnya wacana tersebut akan lebih efektif dan langsung menyentuh masyarakat yang membacanya.

Untuk diketahui bersama, setiap orang yang merokok di area yang dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok di Kota Medan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 22 ayat (1) dan ayat (3) serta Pasal 41 diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) hari atau pidana denda paling banyak Rp50.000. Dan setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan/atau membeli rokok di area yang dinyatakan kawasan tanpa rokok diancam pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.

BACA JUGA..  DPRD Minta Polisi Tindak Tegas Premanisme

Khusus pada setiap pengelola/penyelenggara, pimpinan atau penanggung jawab kawasan tanpa rokok tidak melaksanakan pengawasan internal, membiarkan orang lain merokok dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok di tempat atau area yang dinyatakan kawasan tanpa rokok bisa diancam kurungan paling lama 15 hari atau denda pidana paling banyak Rp10.000.000. (bdh)