POSMETROMEDAN.com – Seluruh masyarakat Kota Medan diajak untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak politiknya berdasarkan hati nurani, bukan money politics. Sebab, konstalasi politik kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan jelang minggu tenang dianggap telah mencederai demokrasi.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Medan periode 2019-2024 yang juga anggota Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus kepada wartawan, Kamis (3/12). Rudiawan meminta, kedua kubu calon kepala daerah untuk menggunakan politik santun dalam berkampanye. Jangan ada saling menjatuhkan dengan mendiskreditkan pasangan calon tertentu.
“Biarkan masyarakat melihat gagasan atau ide-ide para calon sebelum menentukan pilihan mereka 9 Desember mendatang. Kita mau mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, bukan menjadikan masyarakat semakin bingung. Apalagi ada penggiringan opini negatif untuk pasangan calon tertentu,” ungkapnya.
Kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Rudiawan berpesan agar netral dalam menjalankan tugas-tugasnya. Pasalnya beberapa waktu belakangan, pihaknya melihat lembaga resmi ini diduga tidak netral dan terkesan mengkebiri pasangan calon tertentu.
“Ada yang perlu diluruskan dari Bawaslu, khususnya ketika menjalankan tugas pengawasan. Bawaslu jangan tegas dan tajam membongkar temuan calon tertentu, tapi melunak dengan calon lainnya ketika menemukan pelanggaran. Kita mau Bawaslu netral,” tegasnya.
Sekedar untuk diketahui, beberapa waktu lalu Bawaslu Kota Medan menemukan dugaan pelanggaran kampanye pasangan calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 01 Salman Alfarisi di salah satu rumah ibadah di Kecamatan Medan Sunggal.
Mantan anggota DPRD Sumut ini pun langsung menjalani pemeriksaan di Gakkumdu. Berselang hari berikutnya, masyarakat mengembalikan uang Rp20 ribu yang diberikan salah seorang tim sukses diduga dari kubu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 02 ke Panwascam Medan Timur. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui seperti apa kelanjutan dari dugaan money politics yang terjadi di Kecamatan Medan Timur tersebut. (bdh)












