Area 3 Bocah Hilang di Langkat Ditutup, Paranormal-Youtuber Dilarang Masuk!

oleh -123 views
DICARI: Tiga bocah yang hilang misterius di Langkat hingga kini belum kembali.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Hingga kini, tim gabungan terus mencari tiga bocah yang hilang di Kabupaten Langkat. Area pencarian ditutup bagi orang-orang yang mengaku paranormal hingga youtuber.

Penutupan area pencarian ini diketahui dari video viral di salah satu channel YouTube. Dalam video tersebut, terlihat papan bertulisan ‘Mohon maaf kegiatan paranormal-YouTuber di Dusun Pulka Ditutup’.

Camat Salapian, Saleh mengatakan, hal tersebut dilakukan warga untuk memudahkan petugas yang melakukan pencarian. Hal itu juga dilakukan warga untuk mencegah kerumunan saat pandemi Corona.

“Artinya, ngapainlah masuk ke dalam kalau orang-orang itu istilahnya nggak tahu kita bagaimana, bikin pusing, ramai kali,” ujar Saleh, Kamis (12/11/2020).

BACA JUGA..  Belia Rela Live Bugil Demi Ini...!

“Ini kan situasi COVID. Kan gitu, ngapain ramai-ramai jadi masyarakat. Maunya kan takut dia nanti ada penyakit COVID pula, kan di dalam ramai-ramai, kan gitu,” tambahnya.

Menurut Saleh, warga berupaya menghindari keramaian. Menurutnya, hal itu juga menjadi upaya mencegah penyebaran virus Corona di wilayah tersebut.

“Iya lah. Iya, artinya jangan apa kali lah ramai-ramai karena takut COVID, Corona ini ya kan,” ujar Saleh.

Selain itu, Saleh mengatakan ketiga bocah tersebut belum ditemukan. Petugas terus melakukan pencarian.

BACA JUGA..  Pemko Siap Dukung Pelaksanaan Pilkada Serentak dengan Prokes

“Pasti dicari. Belum (ketemu) sampai sekarang,” ujar Saleh.

Diketahui, ratusan warga Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat heboh. Tiga orang bocah hilang sejak Minggu (18/10).

Ketiga bocah masing-masing, Nizam Auvar Reza (7), Alfisah Zahra (7) dan Yogi Tri Herlambang (7). Mereka putera-puteri dari pasangan suami istri, Sarkim-Darmi, Alamsyah-Masdiani dan Hartoyo-Susi.

Ketiga anak masih duduk di kelas dua SD No 057187 Pulka. Menurut penuturan warga, ketiganya meninggalkan rumah sekira pukul 11.00 WIB.

Terakhir kali terlihat, ketiganya sedang melihat beko yang sedang membuat parit. Setelah itu mereka berjalan menuju jalan besar.

BACA JUGA..  Terima DIPA dan TKDD Tahun 2021, Edy Rahmayadi Sebut Lelang Dimulai Desember 2020

“Tepatnya di palang kembar PT LNK,” kata seorang pekerja kebun yang saat itu sedang melintas pulang kerja.

Sekitar 500 an warga terus menyisir kebun tempat terakhir kali ketiganya terlihat. Para normal pun diturunkan untuk ikut menarawang posisi bocah.

“Seperti biasa, dukun bilang disembunyikan makhluk halus,” cetus salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, orang tua para korban terus menangis histeris. Mereka memanggil-manggil nama anak-anak mereka.(sut)