Nolak Disuruh Ngusuk, Lubis Hajar dan Seret Istri

oleh -101 views
DIAPIT: Rudi Ansari Lubis alias Rudi diapit petugas usai menganiaya istrinya.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Kesal tidak mau disuruh memijat (ngusuk) badannya, Rudi Ansari Lubis alias Rudi (45) tega memukul dan menyeret Juliana alias Juli (43), istrinya.

Akibat tindakan kekerasan tersebut tangan Juli terkilir dan bengkok. Dasar itu pula wanita ini membuat laporan pengaduan ke Polres Tanjungbalai. Laporannya tertuang dalam: LP / 257 / XI / 2020 / SU / Res T.Balai, Tanggal 16 Oktober 2020.

Pun begitu, polisi tidak langsung menangkap Rudi. Bukan karena lambat bertindak, tapi upaya penangkapan terkendala langkah kabur pelaku usai melakukan penganiayaan.

BACA JUGA..  Sejoli Didorong Rampok dari Dalam Angkot

Sejak itu pula, pria yang menetap di Jalan Patimura, Gang Turang, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan tersebut masuk dalam pencarian orang (DPO). Dan setelah hampir sebulan diburu, Rudi akhirnya diamankan.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan, membenarkan penangkapan terhadap Rudi. Dijelaskan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Jumat (16/10/20) lalu sekira pukul 08.00 WIB.

BACA JUGA..  Trio Maling Pupuk Diringkus, Satu Didor

“TKP penganiayaanya di Jalan SMA Negri 3, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai,” katanya.

“Tersangka RAL alias R (45) ini ditangkap personil Tekab Satreskrim Polres Tanjungbalai setelah adanya terbit Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp-Kap / 103 / XI / RES 1.6.2020 / Reskrim, tanggal 11 November 2020,” katanya.

Saat penangkapan, Rudi sedang duduk-duduk di depan rumah salah seorang warga yang terletak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penganiayaan itu sendiri, Rabu (11/11/20) sekira pukul 15.45 WIB.

BACA JUGA..  Karyawan SPBU 14 203 1173 Tanjung Morawa Diduga Berbuat Asusila Kepada Konsumen

”Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka ini dijerat dengan perkara tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat(1) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Subs 351 ayat (1) dari KUHPidana.” pungkasnya.(bbs/ras)