Dugaan Tahanan Tewas Disiksa; Polsek Sunggal Berdalih Tersangka Meninggal Sakit

oleh -111 views
SEMASA HIDUP: Joko, tahanan yang diduga disiksa Polsek Sunggal diabadikan semasa hidup.

POSMETROMEDAN.com – Menyeruaknya kabar tahanan tewas akibat dianiaya, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi angkat bicara. Melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak, kapolsek berdalih jika kematian tersangka JDK alias Joko akibat sakit.

Katanya, awalnya Joko ditahan atas kasus pencurian dengan kekerasan dengan modus mengaku sebagai polisi bersama beberapa temannya. Setelah ditahan, Joko mengalami sakit beberapa kali.

Pada 23 September 2020, Joko mengeluhkan sakit pada lambung dan kepala. Oleh penyidik, tersangka dibawa ke RSU Bhayangkara. Setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan pulang.

Pada 25 September 2020, dia kembali mengeluhkan sakit serupa sehingga dibawa lagi berobat ke RSU Bhayangkara. Usai diperiksa, dokter menyarankan untuk opname. Saat itu juga, katanya penyidik memberitahu keluarga.

BACA JUGA..  Netralitas ASN Pilkada Tapanuli Selatan, Ranto Sibarani SH : Aiptu Anwar Sadat Layak Mendapat Penghargaan Demokrasi

“Setelah diopname selama 3 (tiga) hari, dokter yang merawat menyatakan tersangka sudah sembuh dan diperbolehkan pulang tepatnya tanggal 28 September 2020,” dalih Budiman, Selasa (6/10/2020) sore.

Kemudian, pada 29 September 2020, Joko kembali mengeluh sakit. Setelah diperiksa dokter, diperbolehkan meninggalkan RSU Bhayangkara.

Selanjutnya, pada 1 Oktober 2020 tersangka mengeluh sakit dan dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa tersangka diperbolehkan meninggalkan RSU Bhayangkara.

Setelah itu, pada 2 Oktober 2020 sekira pukul 08.00 WIB tersangka mengeluh sakit selanjutnya petugas langsung membawa ke RSU Bhayangkara dan dilakukan perawatan oleh dokter. Setelah ditangani dokter yang merawat, tersangka dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA..  Kemenperin : Solusi Tepat Dimasa Pandemi Covid-19 Gunakan Teknologi Informasi

Kata Budiman, saat dalam perjalanan menuju RSU Bhayangkara, pihaknya telah menghubungi keluarga tersangka dan memberitahukan kondisi tersangka yang kembali sakit.

“Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, pihak Polsek Sunggal sesuai dengan SOP yang ada dan koordinasi dengan pihak kedokteran untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah tersangka,” katanya.

“Namun pihak keluarga dalam hal ini istri dan paman tersangka bermohon agar tidak dilakukan otopsi dan membuat surat permohonan. Padahal Polsek Sunggal sudah menyarankan agar keluarga berembuk terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan,” sambungnya.

“Namun mereka atas nama keluarga almarhum JDK alias Joko menyatakan ikhlas dan memohon agar tidak dilakukan otopsi jenazah,” dalihnya.

Atas dasar permohonan keluarga tersebut, pihak Polsek Sunggal selanjutnya meminta kepada dokter agar dilakukan visum luar. Usai dilakukan visum selanjunya jenazah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan.

BACA JUGA..  Warga Dekat Carefour Heboh, Pria Tanpa Ditemukan Identitas Tewas  

Namun sayang, hasil visum tidak diberikan kepada pihak keluarga.

“Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa terhadap tersangka JDK alias Joko ada penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Sunggal,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan dua tahanan yang tewas disiksa Polsek Sunggal berbuntut panjang. Keluarga tersangka Joko Dedi Kurniawan alias Joko membuat pengaduan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Selasa (6/10/2020).

Pengaduan diterima sekira pukul 14.00 WIB.  Didampingi LBH Medan, pengaduan keluarga korban diterima dengan nomor : SPKT/1924/X/SUMUT/2020.(oki/ras)