Anak Driver Ojol Tewas Ditabrak KA, Kepala Pecah, Tangan Putus

oleh -64 views
TEWAS : Kris Sinaga (13) tewas ditabrak KA di perlintasan Jalan Wahidin, Km 19, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Senin (12/10/2020) malam.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Insiden tragis dialami Kris Sinaga (13) di perlintasan kereta api Jalan Wahidin, Km 19, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Senin (12/10/2020) malam. Bocah kelas V SD ini tewas ditabrak kereta api Sri Lelawangsa jurusan Medan – Binjai. Saat ditemukan, kepalanya pecah dan pergelangan tangannya putus.

Wajah dan sekujur tubuh penduduk Dusun VII Kepuh Nauli, Desa Tandamhulu II, Hamparanperak, Deliserdang ini juga mengalami luka cukup parah.

Informasi dihimpun, korban dihantam KA Sri Lelawangsa yang datang dari Medan menuju Binjai.

“Saat KA melintas, masyarakat teriak histeris ketika mengetahui bahwa ada seorang anak laki-laki ditabrak,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Selasa (13/10/2020).

Oleh warga yang mengetahui tabrakan ini, langsung melapor ke penjaga palang KA. Dan informasi tersebut diteruskan ke Mapolsek Binjai Timur.

Warga dan petugas sempat kesulitan mengenali identitas korban lantaran kondisi tubuhnya sangat mengenaskan. Namun, akhirnya bisa diketahui setelah ada teman korban yang mengenali ciri-cirinya.

BACA JUGA..  Pengendara CBR Tabrak Mobil, Istri Meninggal, Suami Sekarat

“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Binjai Timur turun ke TKP dan mengamankan lokasi kejadian. Selain itu, juga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Sementara jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai.

“Jenazah korban dibawa ke RSUD Djoelham untuk kepentingan visum dan mencari orang tua korban,” ujar dia.

Tak lama di rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai, sambung dia, keluarga korban datang melapor. Adalah orang tuanya, Joulestro Sinaga (43).

“Berdasarkan keterangan warga, korban sudah sejak tiga hari belakangan ini berada di perlintasan rel KA tersebut. Saat kejadian, korban sedang tidur-tiduran. Diduga korban tertidur sehingga tidak mengetahui KA melintas di jalur tersebut,” beber dia.

BACA JUGA..  Pemancing Temukan Mayat Pria Berkolor Aggree

Kris Sinaga diduga frustasi sehingga memilih untuk tidur-tiduran di perlintasan KA. Ditambah lagi, orang tua korban bercerai yang kemudian masing-masing memilih menikah lagi.

Akibatnya, korban diduga diterlantarkan.  “Korban meninggal dunia dengan mengalami luka di bagian kepala pecah, pergelangan tangan putus dan luka di bagian wajah dan badan,” pungkasnya.

Warga sekitar mengatakan selama ini anak yang dihantam kereta api ini sering terlihat di seputar Jalan Dokter Wahidin, Binjai Timur, Kota Binjai.

“Kami tahunya dia tiap malam tidur-tidur di emperan. Anak ini sering tidur di depan Alfamart, kadang-kadang tidur di teras-teras rumah warga,” katanya, Selasa (13/10/2020).

Korban selama hidupnya juga sering bermain di sekitar perlintasan kereta api Sri Lelawangsa jurusan Medan-Binjai. Warga sudah berulang kali mengingatkan agar tidak di dekat rel kereta api ketika sedang melintas.

BACA JUGA..  Pengendara CBR Tabrak Mobil, Istri Meninggal, Suami Sekarat

Saksi lainnya, Raju menuturkan, korban sering tidur di luar rumah termasuk tidur di rel kereta api. “Kami sering ke sini (rel) main-main lah kami, tidur (di rel),” kata Raju.

Dia mengatakan, korban merupakan teman sekolahnya. Saat ini, korban duduk di kelas V SD.

“Dia (Kris Sinaga) kelas V, teman sekolah kami,” ucapnya.

Ayah korban, J Sinaga mengatakan anaknya masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD), namun sudah berumur 13 tahun. Namun J Sinaga enggan berkomentar banyak tentang anaknya, karena alasan privasi keluarga.

“Dia memang sekolahnya lama naik jenjang pendidikannya,” kata pria yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Kapolsek Binjai Timur, Iptu Arifin Pardede mengaku jasad bocah yang ditabrak kereta api sudah dibawa ke RS Djoelham Binjai. Pihak kepolisian juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga.(bbs/ras)