HUT NAGAN RAYA

Pejabat Dinas Ketahanan Pangan Deliserdang Meninggal, Seluruh Pegawai Jalani Swab

oleh -138 views
SWAB : Seluruh pegawai di Dinas Ketahanan Pangan Deliserdang di Swab, pasca salahsatu pejabat mereka meninggal dunia diduga terpapar Covid 19. (Demson Tambunan)
Posmetromedan.com – Dinas Kesehatan Deliserdang melakukan swab massal di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Senin (31/8/2020).
Seluruh pegawai baik yang berstatus pejabat, staf hingga cleaning cervice dan security turut diperiksa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terciptanya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Deliserdang seperti yang sudah terjadi di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang.

Informasi yang dihimpun pelaksanaan swab massal bagi pegawai kantor ini dilakukan karena sehari sebelumnya ada satu orang pejabat di Dinas Ketahanan Pangan meninggal dunia. Pejabat berinisial BHS itu menjabat sebagai Kabid Ketersediaan.

BHS yang merupakan warga Kota Medan itu meninggal dunia Minggu (30/8/2020) sekira pukul 03.30 WIB. Ia sebelumnya termasuk orang yang punya kontak erat dengan Kadis Ketahanan Pangan, Rudi Akmal Tambunan, yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA JUGA..  Ingkar Janji, PT PAS Langkat Didemo Buruh

BHS sendiri dikenal rekan-rekan kerjanya mempunyai penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Claudia Evinta Siregar yang diwawancarai membenarkan bahwa satu hari sebelumnya ada yang meninggal dunia.

Ia menyebutkan, sudah beberapa hari almahum tidak masuk kerja karena alasan sakit amandel.

BHS sendiri sebenarnya masuk dalam daftar orang yang harus menjalani swab dan karantina karena punya kontak erat dengan yang pasien positif covid-19.

“Almarhum juga setahu kita memang punya penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung. Tapi kalau sama saya bilangnya kemarin permisi dia sakit amandel. Sempat saya bilang nanti kalau sudah sembuh dibawa surat sakitnya ya supaya TPP (tambahan penghasilan pegawai) tidak dipotong. Karena anggota saya ya kemarin kita pergilah ke rumah duka,” ucap Claudia.
Claudia sendiri mengakui sampai kini dirinya belum pernah memegang surat keterangan swab tanda negatif dari almarhum.

BACA JUGA..  Desember atau Januari Masyarakat Mulai Disuntik Vaksin Corona

BHS semasa hidup sempat ditanyai apakah sudah melakukan swab atau tidak. Pada saat itu almarhum mengaku sudah jalani pemeriksaan di dekat rumahnya.

“Kalau kita tanya sama keluarganya malah dibilang sudah di-swab di Lubukpakam dan hasilnya negatif. Ya seperti inilah. Saya sudah tegaskan dan minta sama anggota jangan karena opini jadi ketakutan. Kalau memang sakit ya harus ke rumah sakit. Kalau dari keterangan keluarga kemarin itu dia sempat sesak, meninggalnya di rumah. Kalau Pak Kadis sekarang sudah sehat tapi masih karantina di rumah,” kata Claudia.

BACA JUGA..  Jenazah Diduga Korban Covid-19 Ditinggal di Jalan; "Ini Manusia, Bukan Binatang"

Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista mengatakan setelah Kadis Ketahanan Pangan diketahui positif Covid-19 pihaknya langsung melakukan tracing terhadap orang-orang yang punya kontak erat dengannya.

Saat itu ada 11 orang yang diusulkan untuk menjalani karantina. Saat mau di-swab mereka meminta untuk melakukan swab secara mandiri, termasuk BHS.

“Selain itu yang 11 orang ini juga sebenarnya sudah kita suruh untuk karantina 14 hari tapi nyatanya ada yang masuk kantor. Kita lakukan swab massal hari ini karena kita anggap ada kemungkinan ada yang punya kontak erat dari kasus sebelumnya. Kajian analisanya lah. Kita tidak tahu pasti apakah BHS positif atau tidak karena belum pernah di-swab,” kata dr Ade. (drt)