Dukung Pembangunan Kebun Raya Sipirok, Tambang Emas Martabe Sumbang Menara Pandang

oleh -332 views
FOTO BERSAMA : Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu, beserta perwakilan Manajemen PT. Agincourt Resources serta Muspida Kabupaten Tapanuli Selatan berfoto bersama usai acara peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) Menara Pandang Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan, di Sipirok, Jumat (14/8). (Ist/posmetro)

POSMETROMEDAN.COM – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan berupa pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan.

Pembangunan menara pandang ini diawali dengan acara groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dihadiri perwakilan manajemen PTAR, Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dan Ketua DPRD Tapanuli Selatan, Husin Sogot Simatupang  serta sejumlah undangan di lokasi Kebun Raya Sipirok, Sipirok, Tapanuli Selatan, Jumat (14/8).

Darryn McClelland, Direktur Operasional PTAR menyatakan bantuan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTAR di bidang lingkungan.

“Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PTAR berkontribusi dalam pembangunan Menara Pandang sebagai salah satu fasilitas pendukung Kebun Raya Sipirok, setelah menerima proposal dan melakukan kajian atas rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok dari Pemkab Tapanuli Selatan,” kata Darryn.

Darryn menjelaskan, bangunan utama Menara Pandang ini memiliki luas sekitar 580 meter persegi dengan ketinggian 31,5 meter dari permukaan tanah, terdiri dari 7 lantai yang dihubungkan oleh elevator (lift). Seluruh bangunan akan menggunakan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang. Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang.

Darryn menambahkan, kontribusi PTAR dalam pembangunan Menara Pandang ini dimulai dari perencanaan dan desain bangunan, pekerjaan pondasi tiang pancang, pekerjaan struktur atas, pekerjaan elektrikal sampai ke instalasi elevator (lift).

BACA JUGA..  Hadapi Libur Panjang, Kasat Lantas Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Jalur Atas

“Durasi pekerjaan konstruksi Menara Pandang akan memakan waktu 6-7 bulan dan diperkirakan selesai bulan Februari 2021”, papar Darryn. Setelah selesai, Menara Pandang akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik sehingga Kebun Raya Sipirok bisa menjadi salah satu aset dan fasilitas unggulan daerah bagi Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada PTAR atas kontribusinya bagi pengembangan Kebun Raya Sipirok, Tapanuli Selatan dengan membangun menara pandang. “Terima kasih kami sampaikan kepada PTAR atas kontrsibusinya untuk pembangunan menara pandang ini dan kita harapkan pada akhir Januari 2021 bisa soft opening,” kata Syahrul M. Pasaribu.

AKAN DIBANGUN : Rencana Menara Pandang Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan yang akan dibangun oleh PT Agincourt Resources. (Ist/posmetro)

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Sipirok Awaluddin Pulungan menyatakan Kebun Raya Sipirok akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka di Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Kebun Raya ini juga menjadi tujuan atau destinasi wisata di wilayah Tapanuli Selatan. Pembinaan Kebun Raya Sipirok mendapat pendampingan dari LIPI.

“Kebun Raya Sipirok ini didukung karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) sebagai pekerja yang militan tentang Perkebunrayaan dan sudah mendapat  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)  dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Teknik Perkebunrayaan dan Diklat  Global Positioning System (GPS) dan  Sistem Informasi Geografis (GIS) dari Pemkab Tapsel,” kata Awaluddin.

BACA JUGA..  Hari Kedua Ops Zebra Toba, Sat Lantas Tilang dan Tegur 279 Pengendara

Saat ini, sesuai master plan, Kebun Raya Sipirok terbagi ke dalam beberapa zonasi, yakni zonasi kayu-kayuan, zonasi pakan orang utan, zonasi tanaman industri, dll. “Saat ini sejumlah tumbuhan yang ada di dalam kebun raya, merupakan hibah dari LIPI dan hasil eksplorasi mandiri dari kita,” kata Awaluddin.

Menurut Awaluddin saat ini yang tengah dilakukan adalah penanaman buah lokal endemik Tapanuli yang sudah hampir punah. “Diantaranya hapundung, bukbak, hopong, salak warna merah dan lain-lain,” kata Awaluddin.

Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu wilayah ekoregion hutan hujan pegunungan Sumatera yang masih memiliki beberapa kawasan hutan alami. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa endemik diperkirakan masih hidup dan berkembang di kawasan hutan. Tapanuli Selatan adalah kabupaten yang terus berkembang dan memiliki perhatian serta kepedulian untuk menjaga dan menyelamatkan keanekaragaman hayati di wilayahnya.

Untuk itulah Kapupaten Tapanuli Selatan membangun dan mengembangkan kebun raya sebagai sarana wisata pendidikan lingkungan. LIPI kemudian menyambut baik rencana ini dengan menandatangani Nota Kesepahaman antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor: 013/KS/LIPI/V/2018 dan Nomor: 070/2900/2018 tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Eropa: Nice vs Hapoel Beer Sheva

 


⏩⏩  Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per tanggal 31 Desember 2018 adalah 8,1 juta ounce emas dan 69 juta ounce perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe adalah lebih dari 5 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun. PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 2.600 karyawan dan kontraktor, sekitar 98% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), adalah pemegang saham 95% dari PT Agincourt Resources. PTDTN merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk. 60% dan PT Pamapersada Nusantara 40%, sekaligus merupakan bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Kepemilikan saham 5% dimiliki  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara. (tob)