POSMETROMEDAN.COM – Warga Desa Biru-biru dan Rumah Gerat, Kecamatan Biru-biru ributi pembanguna bendungan Lau Smei-mei. Pasalnya, ribuan iklan Mas milik warga mati diduga akibat limbah.
Disebutkan dalam demo tersebut, warga keberatan karena limbah berupa pasir proyek pembangunan bendungan dikerjakan PT Wika dan PT PP masuk ke kolam warga.
Aksi masyarakat tersebut tidak mendapat respon baik dari pihk PT Wika dan PT PP. Masyarakat tidak menyerah, selanjutnya merekamem membuat laporan ke beberapa istansi di jajaran Pemkab Deli Serdang, termasuk kantor dewan perwakilan rakyat (DPRD) setempat.
Pengaduan masyarakat pun mendapat respon berbagai pejabat terkait. Selasa (4/8) sekira pukul 10.00 wib, Asisten II Deli Serdang Putra Jaya Manalu, Kadis Lingkungan Hidup Deliserdang Ir Hartini S Marapaung, Kabag Perekonomian dan SDS Sri Eka Yani dan beberapa anggota DPRD dari Komisi II didampingi Camat Biru-biru M Dhani Mulyawan S.Sos, MIP bersama pengembang, melakukan kunjungan ke lokasi proyek bendungan Lau Simeme.
Para pemangku jabatan itu meninjau limbah yang diduga warga menyebabkan matinya ikan. Disana rombongan hanya melihat pekerjaan pembangunan bendungan dalam terowongan.
Selanjutnya rombongan meninjau kolam ternak ikan warga di Dusun III, Kampung Tengah, Desa Biru-biru bersama-sama dengan warga peternak ikan. Di kolam warga ada ditemukan material pasir di dalam kolam yang diduga warga yang menyebabkan matinya ikan milik mereka.
Usai melihat proyek dan kolam ikan, rombongan pun langsung ke Kantor BWS Prov Sumut berada di PT.Wika Desa Rumah Gerat untuk membahas perihal keluhan warga.
Namun hasil keputusan dari musywarah itu, Dinas Lingkungan Hidup mengambil alih permasalahan limbah yang diduga warga sebagai penyebab kematian ikan mas di dalam kolam mereka.
Setelah dilakukan mediasi antara PT Wika, PT PP dengan warga yang merasa dirugikan tidak ada keputusan.
Maka itu, di putuskan 2-3 hari ke depan akan diadakan pertemuan kembali untuk mendapatkan kesepakatan.
Camat Biru-biru M Dhani Mulyawan S.Sos, MIP usai pertemuan, berpesan kepada masyarakat agar bersabar karena pihak pemerintah masih berupaya mancari solusi bersama sama dengan pihak PT Wika dan PT PP.
“Mudah-mudahan secepat kita mendapatkan jalan keluar atas persolan yang dikeluhkan warga,” ujar Camat. (Irw)












